Harga Ketidakjujuran

ilustrasi
ilustrasi

KETIDAKJUJURAN harus dibayar mahal dan berakibat petaka bagi orang lain. Itulah ungkapan yang paling pas untuk menggambarkan kasus penyebaran Covid-19 di swalayan t Indogrosir di Sleman. Awalnya hanya satu orang karyawan yang terpapar, namun karena tidak jujur, bahkan ketika diperiksa di rumah sakit mengaku pengangguran, maka saat itulah petaka dimulai. Yang bersangkutan tetap masuk kerja hingga menulari para karyawan maupun pengunjung.

Peristiwa tak berhenti sampai di situ, oknum karyawan tersebut tiba-tiba pingsan dan ditolong satpam maupun karyawan lain. Setelah itu barulah diketahui bahwa karyawan tersebut positif terpapar Covid-19. Semua karyawan Indogrosir pun harus menjalani rapid test yang kemudian diteruskan dengan swab. Tes tak hanya dilakukan terhadap karyawan tapi juga pengunjung Indogrosir yang berbelanja antara tanggal 19 April sampai 4 Mei 2020.

Hasilnya sangat mengejutkan, mereka yang dites reaktif langsung dikarantina dan dilanjut dengan swab. Puluhan orang dinyatakan positif sehingga bukan hanya dipantau ketat, tapi juga harus menjalan serangkaian perawatan medis. Episode penyebaran Covid-19 lewat kluster Indogrosir pun belum selesai. Karena masih ada ratusan, bahkan mungkin ribuan pengunjung yang harus menjalani rapid test. Jumlah penderita positif Covid-19 dari hari ke hari pun terus bertambah. Bahkan, bukan saja karyawan yang terkena imbas, anak karyawan pun ada yang dinyatakan positif.

Sungguh luar biasa dampak ketidakjujuran dari oknum karyawan itu, sehingga menebar virus ke mana-mana. Bahkan, korbannya merata, tidak hanya di wilayah Sleman, tapi juga Kota, Bantul, Kulonprogo, bahkan Gunungkidul. Ketidakjujuran itu ternyata harus dibayar sangat mahal dan mengancam ratusan nyawa.

Padahal, bila oknum karyawan itu jujur, kemungkinan kondisinya tak seperti sekarang ini. Kluster Indogrosir sepertinya kini menjadi kluster terbesar penyebaran Covid-19. Sebenarnya, bila karyawan tersebut berkata jujur apa adanya, begitu hasil tes reaktif, mestinya yang bersangkutan tidak masuk kantor. Namun, boleh jadi karena takut dipecat, oknum tersebut tetap masuk kantor hingga terjadi peristiwa pingsaan di tempat kerja. Tak pelak banyak karyawan yang menolongnya yang kemudian mereka banyak terpapar Covid-19.

Peristiwa di Indogrosir tak boleh terulang. Hanya satu orang tidak jujur namun menjadi petaka bagi ribuan orang, baik karyawan maupun pengunjung. (Hudono)

Read previous post:
GERAKAN PEDULI SESAMA TERDAMPAK COVID-19- Peradi Yogya Salurkan Donasi ke Pantai Asuhan

BANGUNTAPAN (MERAPI) - Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Yogyakarta melakukan bakti sosial penyaluran donasi di Panti Asuhan Nurul Haq Banguntapan

Close