Kriminal di Tengah Kampung

ilustrasi
ilustrasi

DI tengah pandemi Covid-19, para penjahat sepertinya mendapat kesempatan untuk beraksi. Sebab, umumnya warga yang dilanda kesusahan tak lagi fokus untuk melindungi hartanya. Kondisi itu dimanfaatkan penjahat untuk merampas harta korban. Bahkan, pelaku tak lagi pilih-pilih korbannya, entah itu muda atau tua. Yang penting bisa merampas harta orang lain. Tak hanya itu, penjahat juga tak pilih-pilih tempat, di tengah kampung pun mereka berulah.

Itu pula yang terjadi di kampung Dukuh, Gedongkiwo, Mantrijeron Kamis pukul 06.00 pekan lalu. Seorang nenek, Ny Hadiyem (60) menjadi korban penjambretan saat melintas di selatan makam Tawangsari Dukuh atau dekat rumahnya. Pelaku yang mengendarai motor mendekati korban dan berpura-pura menanyakan letak pintu masuk makam. Di saat korban lengah itulah pelaku langsung menyerobot kalung liontin yang dikenakan korban. Korban hanya pasrah seolah tak percaya apa yang baru dialaminya itu.

Peristiwa seperti itu sebenarnya sudah yang kedua kali, namun belum terungkap apakah pelakunya sama atau berbeda. Tentu ini menjadi tantangan bagi aparat kepolisian untuk segera membekuk pelaku. Apalagi, aksi penjambretan itu terekam CCTV yang terpasang di sekitar lokasi.

Diduga kuat pelaku sudah melakukan survei tempat tersebut. Bahkan, pelaku juga sudah mencopot plat nomor motor yang digunakan untuk menjambret. Artinya, aksi tersebut telah direncanakan matang. Sedang modusnya tergolong konvensional, yakni menanyakan alamat. Kali ini pelaku menanyakan lokasi pintu makam. Korban yang saat itu berprasangka baik kepada pelaku tentu hanya fokus menjawab pertanyaan pelaku sehingga tidak menyadari ia dalam bahaya.

Kejadian tersebut makin menguatkan hipotesa bahwa di saat pandemi Covid-19, pelaku kejahatan makin nekat beraksi, tidak kenal tempat dan waktu, pun tidak pilih-pilih korbannya. Masyarakat mungkin tidak mengira ada peristiwa penjambretan di pagi hari dan di tempat yang relatif ramai karena sering dilalui orang.

Karena itu, sebaiknya masyarakat melakukan antisipasi, misalnya tidak membawa barang berharga atau mengenakan perhiasan ketika ke luar rumah, baik untuk berbelanja maupun keperluan lain. Sebab, penampilan korban bisa memancing pelaku beraksi. Apalagi korban terlihat mengenakan perhiasan bernilai tinggi. Proteksi diri jauh lebih penting ketimbang upaya penindakan. (Hudono)

Read previous post:
Berbagi Nasi Gratis di Tengah Pandemi Covid-19

UMBULHARJO (MERAPI) - Untuk membantu masyarakat kurang mampu, advokat HM Zam-zam Wathoni SH dan keluarga melakukan kegiatan bagi-bagi nasi gratis

Close