Dipaksa Pakai Masker

ilustrasi
ilustrasi

TEROBOSAN Bupati Banyumas Achmad Husein membuat Peraturan Daerah (Perda) No 2 Tahun 2020 tentang pencegahan penanggulangan penyakit atau dikenal dengan istilah Perda Masker patut diapresiasi. Perda yang disusun bersama DPRD setempat, diyakini mampu membuat warga taat pada aturan, yakni memakai masker bila berada di luar rumah. Boleh dikatakan Perda ini memaksa warga untuk memakai masker di luar rumah. Bila tidak, bakal dihukum.

Perda ini sudah berlaku efektif, bahkan sudah menjaring belasan pelanggar. Mereka yang tidak memakai masker di luar rumah tidak ditegur, melainkan langsung diproses hukum dan harus menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Banyumas. Kini warga Banyumas tak berani main-main dengan Perda tersebut. Sebab, bila mereka melanggar, dipastikan bakal diseret ke pengadilan.

Meski dendanya relatif kecil, hanya Rp 7 ribu atau kurungan tiga hari, namun peraturan tersebut sangat efektif membuat pelaku jera. Mereka pun takkan berani mengulangi perbuatannya lantaran bakal mendapat status residivis, walaupun jenis tindak pidananya termasuk ringan atau tipiring. Tentu ini bukan soal denda, melainkan proses hingga ke pengadilan yang membutuhkan waktu cukup lama dan ribet. Padahal, pelanggarannya hanya ringan, yakni tidak memakai masker.

Inilah cara pemerintah daerah di Banyumas untuk mendisiplinkan warganya mengenakan masker demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Andai masyarakat dengan kesadaran sendiri disiplin memakai masker, niscaya tak perlu ada Perda. Kenyataannya, sangatlah sulit menanamkan kesadaran warga untuk berdisiplin mengenakan makser. Bahkan, orang yang tidak memakai masker mungkin lebih banyak ketimbang yang memakai.

Bagaimana dengan Yogya ? Nampaknya kondisinya tak jauh berbeda. Kesadaran memakai masker dan menjaga jarak masih sangat rendah. Sehingga, hampir setiap hari kita menyaksikan betapa banyak warga yang tidak mengenakan masker, atapun kalau memakai hanya sekadar nyantel tanpa menutup hidung maupun mulut. Akibatnya, persebaran Covid-19 di DIY terus berlangsung. Hampir setiap hari ada penambahan pasien positif. Ini terjadi lantaran tidak disiplinnya warga mematuhi protokol kesehatan.

Nampaknya, DIY perlu meniru kabupaten Banyumas yang menerbitkan Perda Masker sehingga bisa memaksa warganya untuk patuh pada aturan dengan konsekuensi bila dilanggar akan berurusan dengan pengadilan. Diyakini bila ada Perda Masker di DIY, orang tidak akan seenaknya tak mengenakan masker di jalan. Pun tak bisa seenaknya mengadakan kerumunan karena bakal dijerat hukum. (Hudono)

 

Read previous post:
Bawa Anak, Curi Barang Jemaah Masjid

BANTUL (MERAPI) - Seorang pencuri, JPS mulai diajukan dalam sidang teleconference yang digelar Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (14/5). Terdakwa

Close