Anggota Basarnas Gadungan

ilustrasi
ilustrasi

 

DI tengah situasi pandemi Covid-19, ada saja orang yang memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Adalah YT (43), yang mengaku-aku sebagai anggota Basarnas DIY demi mendapat keuntungan pribadi. Dengan mengaku sebagai anggota Basarnas DIY itulah ia hendak meminjam mobil ambulans PMI Purworejo. Untungnya, personel PMI Purworejo langsung kroscek ke Basarnas DIY yang ternyata tidak dikenal nama YT. Akhirnya, setelah dilaporkan ke polisi, YT dibekuk.

Agaknya YT memang sengaja memanfaatkan situasi pandemi ini untuk mendapatkan keuntungan pribadi. Awalnya, ketika diinterogasi petugas, ia masih ngeyel bersikukuh sebagai anggota Basarnas, namun lantaran tidak ada bukti pendukung, YT pun tak bisa mengelak. Bahkan, diduga ia telah melakukan penipuan di tempat lain dengan kedok misi kemanusiaan.

Uniknya, YT mengaku ingin tampil gagah di depan calon istri dengan menyandang status sebagai anggota Basarnas. Entah benar atau tidak pengakuan ini, yang jelas YT telah melakukan penipuan atau setidaknya percobaan penipuan. Dalam kasus peminjaman mobil ambulans ke PMI Purworejo, memang belum ada yang dirugikan, karena mobil belum diserahkan.

Boleh jadi, tidak sekadar untuk gagah-gagahan saja YT meminjam mobil ambulans dengan mengaku sebagai anggota Basarnas, melainkan juga mendapat keuntungan berupa mobil ambulans. Sebab, bila PMI Purworejo melepas mobil tersebut, kemungkinan akan dibawa lari oleh YT. Apalagi, track record YT sudah terlacak, antara lain melakukan penipuan order penyediaan masker di Malang yang ternyata tidak sesuai dengan pesanan, padahal uang sudah ia terima.

Di tengah situasi yang serba prihatin, penjahat tetap saja beraksi dengan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka tak lagi kenal belas kasihan, karena targetnya mendapat keuntungan pribadi. Masyarakat selama ini sudah diresahkan dengan ulah residivis yang mendapat pembebasan bersyarat dari pemerintah. Kini, masih saja ada penjahat yang memanfaatkan situasi dengan modus kemanusiaan.

Atas dasar itu, kita mendukung kebijakan kepolisian yang akan melakukan tembak di tempat terhadap pelaku kejahatan, dengan harapan agar mereka kapok dan tidak mengulangi perbuatannya. Tapi, namanya saja penjahat, ada saja akal untuk mengelabui korbannya, antara lain dengan membungkus aksinya dengan misi kemanusiaan. Terlebih dalam situasi pandemi Covid-19, terkadang masyarakat tidak waspada terhadap aksi kejahatan yang dilakukan secara halus, tanpa kekerasan. (Hudono)

Read previous post:
ilustrasi
Pencuri Jual Motor Curian di FB

Close