Razia Pelajar Ngluyur

ilustrasi
ilustrasi

 

 

NAMANYA remaja, terkadang sulit untuk dibina. Mereka sedang mencari identitas diri, sehingga terkadang perilakunya nyleneh. Namun kondisi itu tak bisa digeneralisasi atau digebyah uyah, karena masih banyak remaja, khususnya pelajar, yang taat, baik kepada guru maupun orangtua.

Belakangan ini, seiring mewabahnya virus corona di hampir semua provinsi di Indonesia, termasuk di DIY, aksi kenakalan pelajar relatif menurun. Bahkan, intensitas klitih pun cenderung menurun, meski belum bisa hilang sama sekali. Walau begitu, masih kita jumpai pelajar yang ngeluyur, terutama di malam hari, walaupun jumlahnya tidak terlalu banyak.

Tentu ini menjadi ironis mengingat Dinas Pendidikan telah mengeluarkan kebijakan pelajar belajar di rumah, tidak di sekolah. Kebijakan tersebut tidak bisa diartikan sekolah libur, karena proses belajar mengajar tetap berlangsung, namun tidak di sekolah melainkan di rumah. Interaksi antara guru dan siswa dilakukan secara online.

Agaknya, masih saja ada yang menganggap sekolah libur yang dengan demikian tidak ada kegiatan belajar mengajar. Karena itu, masih ditemui sejumlah siswa yang ngeluyur ke luar rumah, baik pada jam belajar maupun selepas jam belajar. Untuk itulah kita mendukung langkah Satpol PP yang merazia pelajar keluyuran. Razia kali ini benar-benar serius, karena menyangkut keselamatan orang banyak.

Kali ini bukan klitih yang membuat orang celaka, tapi makhluk kecil yang bernama Covid-19 atau virus corona. Bahkan makhluk kecil itu sudah menjadi musuh seluruh negara di dunia. Untuk melawannya, masyarakat harus kompak, paling tidak untuk mengeliminasi penyebarannya. Bila anak-anak masih nongkrong atau bergerombol di jalan, maka potensi persebaran virusnya sangat terbuka.

Satpol PP harus bertindak tegas untuk membubarkan mereka. Jangan sampai tindakan kita terlambat seperti terjadi di Itali. Di negara maju dan kaya itu, setiap hari 500-600 orang meregang nyawa karena serangan wabah corona. Kondisi itu tak boleh terjadi di Indonesia. Mencegah orang berkumpul atau berkerumun adalah tindakan bijak karena akan menyelamatkan nyawa manusia.

Kiranya bukan hanya menjadi tugas Satpol PP untuk merazia anak-anak yang berkeluyuran, tapi juga kita semua wajib mengingatkan. Semua potensi bangsa, termasuk pelajar, harus dimobilisasi untuk melawan virus corona. (Hudono)

Read previous post:
Makin Diminati Petani, Realisasi KUR Pertanian Capai  Rp 12 Triliun

Close