Kecanduan Film Porno


ilustrasi
ilustrasi

KASUS penculikan dan percobaan pencabulan terhadap anak di bawah umur di kawasan Kotagede terungkap, menyusul ditangkapnya pelaku SA (26), warga Sulawesi Tengah, yang juga mahasiswa drop out (DO). Setidaknya pelaku sudah empat kali melakukan hal serupa di tempat umum dan sepi. Namun aksinya selalu gagal lantaran kepergok warga.

SA kini mendekam di sel tahanan Polsek Kotagede. Saat diinterogasi, ia mengaku sering nonton film porno, seminggu bisa tiga kali. Untuk melampiaskan nafsunya ia pun memilih sasaran anak-anak, termasuk pada kasus di Kotagede. Tindakannya memang bukan berupa persetubuhan paksa atau perkosaan, melainkan pencabulan, yakni dengan meraba-raba alat vital korban.

Setelah sempat viral di media sosial, dalam waktu relatif singkat polisi berhasil membekuk pelaku. Dengan ditangkapnya pelaku, para orangtua, terutama di sekitar kawasan Kotagede cukup lega. Mereka khawatir bila penjahat kelamin ini masih bergentayangan mencari mangsa.

Masih belum jelas apakah SA mengalami kelainan seks atau tidak. Yang jelas, ia pemuda jomblo. Ia tak menyalurkan hasratnya kepada PSK lantaran tak punya uang. Celakanya, anak-anak jadi sasaran. Film porno telah membuat yang bersangkutan ketagihan dan berusaha melampiaskannya.

Sayangnya, sasaran pelampiasannya keliru dan melanggar hukum. SA tentu tak bisa berdalih tak punya uang sehingga tidak mencari PSK, melainkan justru memangsa anak-anak. Artinya, kecanduan film porno sekalipun tidak lantas membenarkan tindakan pelampiasan dengan cara yang melanggar hukum.

Kalaupun ketagihan film porno, bisa jadi SA hanya cukup di rumah dan tidak mencari sasaran, apalagi memangsa korban anak-anak. Bila ia hanya diam di rumah sendirian, tentu tidak menimbulkan implikasi hukum karena tidak melakukan pencabulan terhadap siapapun.

Kini yang jauh lebih penting adalah para orangtua mengawasi putra-putrinya, jangan sampai menjadi korban pencabulan. Sebab, pelaku mencari korban di sembarang tempat, bahkan di tempat yang relatif ramai. Pelaku akan mencari peluang di tengah keramaian. (Hudono)

Read previous post:
62 TAHUN KANTOR RM SETYOHARDJO- Jadi Advokat Jangan ‘Neko-neko’

YOGYA (MERAPI) - Advokat senior KPH H Setyoharjo Dirjonagoro SH mengingatkan kepada advokat muda untuk tidak 'neko-neko' dalam beracara. Hal

Close