Penjual Agar-agar Cabul


ilustrasi
ilustrasi

USIA bukanlah ukuran untuk menilai perilaku seseorang. Orang yang usianya sudah banyak, bahkan boleh dibilang uzur, belum tentu perilakunya baik. Malah sebaliknya, bisa berbuat tidak terpuji. Mungkin itulah yang dilakukan Rus (68) warga Ketanggungan Kabupaten Brebes, penjual agar-agar keliling di kawasan Pekalongan Selatan.

Orang awam mungkin akan merasa iba melihat kakek empat cucu ini masih berjualan keliling kampung untuk menafkahi keluarga. Tak dinyana, ia tega mencabuli salah seorang pembelinya, sebut saja Kencur (8). Sang kakek mengaku terus terang terangsang ketika melihat bocah perempuan tersebut, sehingga membujuknya dengan memberi uang Rp 5000 untuk dicabuli. Rus meraba-raba bagian vital bocah tersebut. Peristiwa itu terjadi di depan rumah warga di siang hari bolong. Warga yang curiga kemudian menginterogasi Rus dan akhirnya mengaku telah mencabuli Kencur. Polisi langsung bergerak dan menahan kakek cabul itu.

Perisitwa di atas boleh dibilang sangat jarang terjadi, sehingga tidak boleh digeneralisasi. Tidak semua pedagang keliling berbuat cabul. Pun tidak semua pedagang keliling punya hasrat seperti Rus yang tidak kuat melihat gadis cilik seperti Kencur. Meski demikian, peristiwa tersebut bisa menjadi peringatan bagi orangtua untuk selalu menjaga putra-putrinya. Bahkan, hanya untuk membeli jajan di depan rumah sekalipun, tetap harus diawasi.

Peristiwa tersebut mungkin tidak akan terjadi bila orangtua menemani Kencur saat membeli agar-agar pada Rus. Tapi siapa sangka ada penjahat kelamin yang berprofesi sebagai penjual agar-agar. Pertanyaannya, apakah Rus mengalami kelainan seksual ? Boleh jadi ya, tapi bisa pula tidak. Bisa saja ia melakukan tindakan berlebihan setelah berimajinasi seks secara liar. Kemudian ada sedikit rangsangan langsung bertindak nekat.

Rus bakal dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman penjara maksimal 15 tahun. Ia disangka telah melakukan pencabulan terhadap anak. Pencabulan di sini diartikan luas, bukan hanya persetubuhan saja, melainkan juga tindakan meraba-raba alat kelamin seperti dilakukan Rus.

Usia tua ternyata tidak membuat Rus tertunduk untuk lebih banyak beribadah kepada Tuhan. Sebaliknya, ia malah mengotori tangannya dengan perbuatan yang tidak terpuji. Maka, untuk menebus perbuatan bejatnya itu, ia harus rela mendekam di penjara dalam waktu yang relatif lama. Itulah ganjaran yang harus diterima kakek cabul. (Hudono)

Read previous post:
FPRB MENDESAK- Pemerintah Agar Transparan Terkait Corona

IMOGIRI (MERAPI) - Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Bantul, Waljito SH mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul untuk transparan

Close