Fenomena Prositusi Gay


ilustrasi
ilustrasi

KEDENGARANNYA asing, ada prostitusi khusus untuk sesama jenis laki-laki. Tapi itulah fakta yang terungkap dan dibongkar jajaran Polda Jateng baru-baru ini di Semarang. Bermodus membuka jasa pijat, pelaku menawarkan jasa seks sesama jenis. Dua mucikari, Fi (28) dan AW (32), berhasil dibekuk saat bertransaksi di sebuah hotel di Semarang.

Prostitusi gay boleh dibilang fenomena baru yang muncul ke permukaan. Namun, kalau mau jujur, praktik seperti ini sudah berlangsung lama, namun acap tak mengundang perhatian serius. Umumnya, prostitusi melibatkan insan lain jenis, umumnya perempuan yang menjadi ‘penjual’ jasa seks.

Prostitusi gay yang terungkap di Semarang, modusnya tak jauh berbeda dengan yang kini sedang tren di masyarakat, yakni menawarkan jasa melalui medsos, baik twitter, FB dan sarana lainnya. Mereka tidak terang-terangan membuka layanan seks, melainkan dibalut dengan istilah pijat.

Jajaran Ditreskrimum Polda Jateng cukup jeli ketika patroli siber dan mendapat akun twitter yang menawarkan jasa pijat plus yang ternyata untuk prostitusi gay. Aparat bertindak cepat dan segera meringkus mucikari serta mereka yang terlibat dalam bisnis esek-esek sesama jenis.

Lantaran menggunakan media sosial, boleh jadi konsumennya bukan lokal setempat, namun juga dari luar daerah. Itulah kekuatan medsos yang tidak dibatasi letak geografis. Prostitusi gay tentu sama bahayanya dengan prostitusi lain jenis dan sama-sama sebagai penyakit masyarakat.

Kalau dulu orang curiga ketika ada dua insan lawan jenis berduaan di kamar hotel dan abai ketika ada dua laki-laki bersendau gurau di dalam kamar. Padahal, yang disebut kedua ini tidak kalah bahayanya dengan yang pertama. Prostitusi, apapun bentuknya, baik sesama jenis maupun lain jenis, sama-sama meresahkan masyarakat, sehingga harus diberantas.

Hanya saja, untuk memberantasnya tak boleh main hakim sendiri, melainkan serahkan pada aparat penegak hukum. Masyarakat bisa berpartisipasi, antara lain dengan melaporkan ke aparat bila mendapati hal-hal yang mencurigakan di wilayahnya. Termasuk ketika melihat akun yang mencurigakan, bisa melapor ke aparat agar ditindaklanjuti.

Prostitusi gay, bukan sekadar persoalan hukum, tapi juga sosial. Artinya ada yang sakit sosial di tengah masyarakat kita. Karena itu, hal yang tak kalah penting adalah bagaimana upaya untuk merehabilitasi mereka. (Hudono)

Read previous post:
MENINGGAL SAAT BERTUGAS- Saryanto Dapat Penghargaan Pahlawan Relawan

SEWON (MERAPI) - Almarhum Saryanto Gopek mendapat penghargaan sebagai Pahlawan Relawan Bantul yang diberikan Forum Komunikasi Ormas dan Relawan (FKOR)

Close