Dipaksa Jadi PSK


ilustrasi
ilustrasi

PERSAINGAN di dunia kerja yang makin ketat, menuntut para tenaga kerja lebih kreatif dan sering mengikuti iklan lowongan kerja. Media sosial menjadi salah satu alternatif untuk mendapatkan informasi lowongan kerja. Namun, bila tidak hati-hati, bisa-bisa menjadi korban penipuan. Bukannya kerja profesional yang didapat, namun malah diperlakukan sebagai objek barang dagangan.


Itulah yang yang dialami para remaja yang tengah mencari pekerjaan. Mereka tertarik lowongan perkerjaan sebagai admin toko kerudung, dengan gaji Rp 1,5 juta perbulan. Namun, setelah mereka datang ke Sleman, para remaja itu bukannya mendapat pekerjaan yang dijanjikan, tapi malah dipekerjakan sebagai PSK oleh IS (25), warga Giriharjo, Panggang Gunungkidul. Polisi mengamankan mereka saat bertransaksi di sebuah penginapan di kawasan Denggung Sleman. Selain mengamankan IS, polisi juga mengamankan 4 PSK serta 3 admin medsos bisnis prostitusi.


Ironisnya, para PSK yang sebagian besar remaja itu mengaku tidak digaji dalam menjalankan profesinya. Bahkan mereka dipaksa menjadi PSK oleh IS. Bila tak menurut kemauan IS, mereka diancam tidak akan selamat. Kepolisian hendaknya hati-hati menangani kasus ini. Jangan sampai para korban malah menjadi tersangka. Anak-anak harus diselamatkan dari cengkeraman orang dewasa.


Terlepas apakah mereka dijebak atau ditipu, atau bahkan dibujuk sehingga masuk perangkap bisnis prostitusi, tetap saja anak-anak harus mendapat perlindungan hukum. Mereka diperalat orang dewasa untuk kepentingan bisnis haramnya. Karena itu, IS adalah orang yang paling bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Sedang para remaja yang dijadikan PSK justru harus dilindungi. Mereka adalah korban praktik perdagangan orang.


Atas dasar itu, pelaku, yakni IS, serta orang yang membantu dalam menjalankan bisnis tersebut, dapat dijerat dengan UU Perlindungan Anak dan UU tentang Perdagangan Orang atau trafficking. Kasus ini mengingatkan kita pada peristiwa artis Nikita Mirzani bersama mantan finalis Putri Indonesia yang digerebek aparat karena terlibat prostitusi online beberapa waktu lalu. Nikita dan temannya itu kemudian dilepas karena diposisikan sebagai korban perdagangan orang, sedang yang menjalani proses hukum adalah sang mucikari. Sementara lelaki hidung belang yang menggunakan jasa mereka pun tak tersentuh hukum.


Berkaca pada kasus Nikita, semestinya para remaja yang dijadikan PSK ini juga dilepas, terlebih usia mereka masih di bawah umur. (Hudono)

Read previous post:
KUR Alsintan Akan Bantu UPJA Perluas Usaha

JAKARTA  (HARIAN MERAPI) - Pengembangan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Alat dan Mesin Pertanian (Alsintan) yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan) akan membantu

Close