Memikat Korban di Medsos


ilustrasi
ilustrasi

MEDIA sosial atau medsos menjadi sarana paling efektif untuk apa saja, baik menjalin pertemanan maupun transaksi bisnis. Namun kalau tidak hati-hati, bisa berbuah celaka, jadi korban penipuan maupun kekerasan. Itulah yang dialami Handoko (25), warga Kokosan Prambanan Klaten beberapa hari lalu. Ia disekap, dianiaya dan motornya dirampas. Pelakunya adalah komplotan penjahat spesialis pencurian dengan kekerasan.

Mungkin kekeliruan awal Handoko ketika menanggapi keluhan Ny SR (30) warga Magelang yang berlagak meminjam uang via facebook. Awalnya Ny SR ingin meminjam Rp 500 ribu, namun Handoko hanya menyanggupi Rp 100 ribu itupun dengan syarat yang bersangkutan bersedia berhubungan badan. Nah, di sinilah awal malapetaka.

Tawaran Handoko pun langsung disanggupi dan mereka janjian ketemu di suatu tempat yang ternyata di situ sudah ada teman-teman Ny SR, termasuk kekasihnya, EK (31) warga Semaki Umbulharjo Yogya. Berikutnya mudah ditebak, Handoko langsung dimasukkan mobil, disekap dan dihajar, sementara motor dan dompet miliknya dibawa kabur Ny SR. Setelah korban tak berdaya, para pelaku pun kabur.

Mungkin ini modus baru penipuan melalui media sosial, yakni dengan memanfaatkan empati calon korbannya. Dilihat kronologisnya, Ny SR sengaja menarik perhatian Handoko dan berhasil menjeratnya, apalagi bersedia diajak berhubungan badan. Mungkin awam akan mengatakan salahnya Handoko kenapa mau diajak ketemuan dengan Ny SR, bahkan mengajak untuk berhubungan badan.

Tentu harus fair menyoroti kasus tersebut. Sebab, Ny SR dan kekasihnya yakni EK (31) merupakan komplotan penipu yang tega melakukan kekerasan terhadap korbannya. Ironisnya, EK baru Desember 2019 keluar dari penjara karena kasus pencurian. Kini ia bersama kekasihnya harus meringkuk di penjara.

Masyarakat seharusnya lebih kritis dalam memanfaatkan medsos, karena tidak sedikit yang memanfaatkan medsos, terutama facebook untuk melakukan kejahatan penipuan. Boleh jadi Handoko tertarik dengan profil Ny SR di facebook yang mungkin terlihat cantik . Padahal, itulah senjata yang digunakan Ny SR untuk menjerat calon korbannya.

Begitu calon korbannya tertarik, maka pelaku tinggal memainkan jurus lanjutan untuk ketemu darat. Apalagi korbannya aktif, seperti Handoko yang malah ingin mengajak pelaku berhubungan badan. Nah, di sinilah saat paling rawan bagi korban. Sebab, pelaku sudah mempersiapkan segala sesuatunya untuk menguras harta korbannya, bahkan dengan cara kekerasan. (Hudono)

Read previous post:
DIHARAPKAN BISA PERSATUKAN ORGANISASI- DPC Sleman Dukung Otto Kembali Pimpin Peradi

SLEMAN (MERAPI) - Dewan Pimpinan Cabang Perhimpunan Advokat Indonesia (DPC Peradi) Sleman mendukung Prof Dr Otto Hasibuan kembali menjadi Ketua

Close