Klitih Teriak Klitih


ilustrasi
ilustrasi

BELAKANGAN ini aparat kepolisian gencar memburu klitih. Bahkan masyarakat pun ikut berpartisipasi untuk memberantas klitih. Namun diingatkan agar masyarakat tidak main hakim sendiri bila menjumpai klitih.

Di tengah situasi demikian, muncul fenomena baru yakni hoaks soal klitih. Seperti terjadi baru-baru ini seseorang menyebarkan hoaks tentang pelaku klitih, padahal bukan klitih. Tentu ini ada konsekuensi hukumnya karena menyebarkan kabar bohong yang meresahkan masyarakat.

Ada yang lebih tragis lagi, seorang pelajar SMP Niskan (14), warga Umbulharjo dikeroyok hingga babak belur karena dituduh klitih. Pelakunya, AP (21) warga Banguntapan Bantul bersama teman-temannya. Ceritanya, Jumat dinihari pekan lalu AP dan teman-temannya berburu klitih. Kemudian di kawasan Tungkak ia melihat Niskan bersama teman-temannya yang langsung diteriaki klitih. Mereka pun dikejar AP dan teman-temannya. Teman Niskan berhasil lolos dari kejaran, sedang Niskan menjadi bulan-bulanan AP dan teman-temannya.

Setelah korban melapor, AP pun berhasil dibekuk polisi dan mengaku saat itu dalam kondisi mabuk. Inilah contoh kasus cah klitih yang berteriak klitih. Justru AP dan teman-temannya yang melakukan klitih. Berdalih memburu klitih, mereka menghajar Niskan dan kemudian mengantarkannya ke rumah. Kini AP harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum.

Sudah tepat bila polisi menahan AP karena tindakannya sudah keterlaluan. Kasus ini juga menunjukkan bahwa masih ada orang yang memanfaatkan isu klitih untuk melakukan kekerasan di jalan. Melakukan kekerasan terhadap orang yang dituduh klitih tidak kalah bahanya dengan perilaku klitih itu sendiri.

Niskan dan teman-temannya mungkin berada pada tempat dan situasi yang kurang tepat, sehingga dituduh klitih, meskipun mereka bukan klitih. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya anak-anak memang tidak keluar malam. Bahkan, kepolisian telah mengeluarkan imbauan bila anak-anak keluar malam atau dinihari akan dianggap sebagai klitih, sehingga akan diamankan.

Namun tindakan polisional ini tentu dibenarkan karena memang aparat diberi kewenangan oleh undang-undang untuk mengambil langkah seperti itu. Berbeda dengan warga yang tidak punya kewenangan mengambil tindakan hukum, selain hanya mengamankan sekadarnya, dan bukan dengan cara kekerasan. Tindakan AP dan teman-temannya justru bisa dikagorikan sebagai klitih, sehingga harus ditindak tegas. (Hudono)

Read previous post:
PELAKU JUGA SERING CURI UANG TEMAN- Curi Motor Teman, Dibekuk

KALASAN (MERAPI)-Seorang pria pengangguran berinisial RM (20) warga Kergan, Jogonalan, Klatan ditangkap Polsek Prambanan. RM ditangkap lantaran ketahuan mencuri sepeda

Close