Paman ‘Makan’ Ponakan


ilustrasi
ilustrasi

SUKA sama suka, sering dijadikan alasan bagi pelaku kejahatan susila. Dikiranya bila hubungan asmara, bahkan hukuman intim, didasarkan suka sama suka tidak membawa konsekuensi hukum. Anggapan ini sangatlah keliru, apalagi bila menjalin hubungan asmara dengan orang yang belum dewasa atau masih di bawah umur.

Dalih itulah yang digunakan EN (40), warga Pajangan Bantul ketika diinterogasi petugas karena melakukan pencabulan terhadap keponakannya sendiri, sebut saja Kencur (17) siswi SMK. EN diduga telah mencabuli Kencur sejak tahun 2016 lalu dan baru terbongkar baru-baru ini. Kencur yang semula diancam agar tidak menceritakan apa yang dialaminya bersama EN akhirnya tak kuasa menyimpan aib, hingga kemudian bercerita terus terang kepada orangtuanya bahwa dirinya telah dicabuli EN.

EN tidak mengelak ketika diinterogasi petugas. Ia malah mengatakan, hubungan dirinya dengan Kencur dilakukan atas dasar suka sama suka. Dalam UU Perlindungan Anak, tidaklah penting hubungan tersebut dilakukan atas dasar suka sama suka atau karena paksaan atau bujukan. Ini berbeda dengan orang dewasa yang sudah mampu mempertimbangkan baik-buruknya hubungan dengan lawan jenis.

Dengan begitu, tindakan EN tetap dijerat UU Perlindungan Anak dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. EN tidak bisa menggunakan dalih hubungan mereka sukarela sehingga terbebas dari jeratan hukum. Begitu pula seringnya ditinggal istri, tak bisa dijadikan alasan bagi EN untuk mencabuli ponakannya.

Dalam beberapa kasus asusila, acap pelaku mengaku kesepian sering ditinggal istri dan sebagainya. Itu hanyalah alasan yang sebenarnya tak bisa digunakan untuk mengurangi, apalagi menghapus kesalahan. Pelaku sepertinya memanfaatkan kedekatan dengan ponakannya lantaran mereka masih ada hubungan famili.

Tindakan EN nyata-nyata tidak bisa ditolerir karena telah mencabuli ponakannya hingga selama kurang lebih tiga tahun. Untungnya korban pada akhirnya berani berterus terang meski mengalami tekanan hebat. Kasus itu terbongkar menyusul sikap korban yang terlihat ketakutan ketika diajak ke rumah pelaku yang notabene pamannya sendiri. Dari perilaku yang mencurigakan itulah orangtua mencari tahu apa yang sesungguhnya terjadi pada putrinya. Pengakuan mengejutkan pun meluncur dari mulut puterinya bahwa ia telah dicabuli sang paman. Lagi-lagi, pelajaran paling penting, orangtua tak boleh kendur mengawasi puterinya agar tidak menjadi korban predator anak. (Hudono)

Read previous post:
ARIEF SURAHMAN INGATKAN KESENJANGAN SOSIAL- Pertahankan Pasar Tradisional di Sleman

MLATI (MERAPI) - Salah seorang kader PDIP yang digadang-gadang sebagai salah satu kandidat bakal calon Bupati Sleman, Arief Surahman alias

Close