Nasib Mahasiswa ‘Abadi’


ilustrasi
ilustrasi

SULIT membayangkan betapa ngerinya orang yang bunuh diri dengan cara menggorok leher dengan gerinda (gergaji keramik). Agaknya, itulah yang dilakukan FD (24), seorang mahasiswa (bukan mahasiswi seperti pernah diberitakan), warga Sumenep Jawa Timur yang ditemukan sudah tak bernyawa di kamar kosnya Dusun Jetis Tirtoadi Mlati Sleman, Kamis malam pekan lalu. Ia ditemukan dalam kondisi leher tergorok dan bersimbah darah.

Seperti pada kasus bunuh diri serupa, pelaku meninggalkan surat wasiat yang intinya meminta maaf kepada keluarganya. FD juga menyatakan rasa sayangnya kepada seluruh anggota keluarga. Persoalannya, mengapa FD nekat bunuh diri ? Inilah yang lebih penting dicari. Sebab, berdasar keterangan sejumlah pihak, ia ingin mengakhiri hidupnya lantaran kuliahnya tidak selesai-selesai.

Kalau hanya kuliah tidak selesai-selesai rasanya memang aneh, sebab sangat banyak mahasiswa yang tidak juga kelar menyelesaikan kuliahnya, bahkan beberapa di antaranya terpaksa di-DO pihak kampus. Mungkinkah hanya karena kondisi ini lantas mendorong FD menggorok leher sendiri ? Kiranya polisi masih perlu menyelidiki agar penyebab bunuh diri bisa diketahui pasti. Penyelidikan ini memang tidak bisa mengembalikan nyawa FD, tapi setidaknya bisa menjadi bahan bagi kepolisian untuk mengambil langkah antisipasi.

Pun perlu ditelisik apakah benar surat wasiat tersebut ditulis sendiri oleh FD. Ini bukannya tidak percaya dengan kerja kepolisian, namun agar peristiwanya terang benderang, termasuk motif di balik peristiwa bunuh diri tersebut. Apalagi, kasus bunuh diri belakangan ini cenderung meningkat, terutama di wilayah Gunungkidul.

Mahasiswa tidak selesai-selesai kuliah sebenarnya fenomena biasa, tidak ada yang istimewa, bahkan tidak dipandang sebagai aib. Malahan tidak sedikit mahasiswa ‘abadi’ ini yang justru sukses dalam bekerja atau memasuki dunia kerja. Artinya, kuliah bukanlah satu-satunya jalan untuk meraih kesuksesan.

Tapi, entahlah, kalau benar FD bunuh diri karena kuliah tidak selesai-selesai, mengapa tidak ada orang lain yang memberi support ? Apalagi, seperti disampaikan salah seorang temannya, FD pernah minta racun tikus tapi tak diberi oleh temannya. Semestinya orang dalam kondisi stres seperti ini perlu didampingi sehingga tidak menghadapi persoalan sendirian. Support dari keluarga dan teman sangat dibutuhkan untuk memulihkan kepercayaan diri, sehingga tidak berbuat nekat. (Hudono)

Read previous post:
KECELAKAAN PICU KELAINAN PEMBULUH DARAH-4 Bulan Tak Lihat Langsung Sinar Matahari

BAMBANGLIPURO (MERAPI)- Kisah pilu dialami oleh Heri Supriyanto, warga Sirat, RT 02, Sidomulyo, Bambanglipuro, Bantul. Empat bulan lebih mata pria

Close