Perketat Obat Daftar G


ilustrasi
ilustrasi

TIDAK mudah bagi orang yang kecanduan narkoba atau obat-obat daftar G atau sering dikenal dikenal istilah pil koplo, untuk sembuh. Karena itu, mereka yang telanjur kecanduan, harus lewat proses yang tidak singkat, yakni dengan menjalani rehabilitasi di rumah sakit khusus. Namun demikian, proses hukum tetap jalan terus. Sebab, bila proses hukum dihentikan, niscaya orang tersebut tidak kapok dan potensial mengulangi perbuatannya.


Beberapa hari lalu kita dikejutkan dengan penangkapan seorang remaja putus sekolah berinisial D (17), warga Umbulharjo Yogya, oleh jajaran Polresta Yogya. Ketika diinterogasi, D mengaku sehari bisa menelan 12 butir pil koplo. Lantas, dari mana ia mendapatkan obat daftar G tersebut ? Ternyata didapatkan secara resmi dari dokter di rumah sakit. Pertanyaan selanjutnya, mengapa dokter memberi resep kepada D ?


Itulah yang perlu dicermati, karena di depan dokter D mengaku mengalami depresi dan tidak bisa tidur sehingga diberi resep obat penenang yang notabene masuk obat daftar G. Tapi ternyata, obat yang dibeli dari apotek oleh D dijual kembali kepada orang lain. Inilah yang kemudian membuat D ditangkap polisi. Andaikan D mengonsumsi sendiri obatnya, mungkin tidak akan ditangkap karena ia memperolehnya secara resmi.


Harus kita akui, selama ini masih marak penyalahgunaan obat-obatan daftar G lantaran minimnya pengawasan. Sebagai gambaran, D berhak mengonsumsi obat daftar G karena memperolehnya secara resmi dengan resep dokter. Namun siapa yang mengontrol bila obat dijual kepada orang lain ? Dalam kasus ini D berperan sebagai pengedar, selain sebagai konsumen.

Tapi lantaran usianya masih 17 tahun, ia diperlakuan secara khusus berdasar UU Perlindungan Anak. Ia pun direhabilitasi di RS Grhasia Pakem. Meski begitu proses hukum jalan terus.
Kini yang lebih penting adalah memperketat sistem pengawasan. Misalnya, tidak serta merta dokter memberi resep obat daftar G, melainkan harus melalui serangkaian penelitian lebih dulu agar tidak disalahgunakan. (Hudono)

Read previous post:
Tahun Depan, Kementan Siap Terapkan Asuransi Pertanian Serempak

JAKARTA (HARIAN MERAPI) - Kementerian Pertanian (Kementan) akan menerapkan asuransi pertanian secara serempak tahun depan. Bahkan, asuransi pertanian juga akan

Close