Risiko Wisata Pantai


ilustrasi
ilustrasi

WISATA pantai sepertinya menjadi destinasi unggulan bagi Pemkab Bantul maupun Gunungkidul. Namun, seiring cuaca yang kurang bersahabat, acap tempat wisata favorit ini membawa korban, entah itu berupa serangan ubur-ubur, maupun ganasnya ombak laut selatan. Untuk ancaman yang pertama, biasanya karena faktor musiman, yakni musim ubur-ubur. Korban yang terkena serangan ubur-ubur kondisinya bisa sangat parah, namun umumnya tidak menyebabkan meninggal.

Lain halnya dengan terjangan ombak besar yang bukan saja mampu menenggelamkan wisatawan, tapi juga membuat nyawa melayang. Peristiwa wisatawan terseret ombak, terjadi hampir setiap tahun, bahkan terkadang setidap musim liburan tiba. Ada yang sebagian diselamatkan SAR, ada pula yang gagal dan hilang ditelan ombak.

Padahal, sudah tidak kurang-kurang pengelola pantai mengingatkan pengunjung untuk tidak mandi di laut, namun sering diabaikan. Bahkan, meski sudah terpampang tulisan pengumuman larangan mandi di laut, tetap saja banyak yang melanggar. Sekadar contoh, di Pantai Parangtritis, setidaknya ada 2 palung yang berbahaya. Anehnya, tetap saja pengunjung nekat mandi di kawasan tersebut.

Tak kurang petugas mengingatkan mereka untuk tidak mandi di laut, tapi tetap saja tidak digubris. Barulah setelah terjadi kecelakaan, mereka panik meminta tolong. Sebagian bisa diselamatkan, sedang lainnya hilang ditelan ombak. Jika terjadi demikian, siapa yang disalahkan ? Rasanya memang tidak ada pihak yang bisa disalahkan, karena tidak ada pihak manapun yang menginginkan terjadinya kecelakaan laut. Terlebih, sebelumnya sudah ada peringatan berupa larangan mandi di laut.

Nampaknya, sudah saatnya petugas atau relawan SAR untuk bertindak tegas, misalnya dengan memaksa pengunjung yang mandi di laut untuk keluar dari air. Agaknya cara seperti ini belum pernah dilakukan, karena ada anggapan bahwa bila terjadi apa-apa di laut, sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengunjung.

Tentu tidak ada salahnya bertindak tegas menyeret mereka yang mandi di laut ke darat demi keselamatan. Lebih baik mencegah ketimbang bertindak setelah semua terlambat. Berbuat tegas (menyeret) jauh lebih baik dan manfaat, ketimbang membiarkan pengunjung terseret ombak. Dalih pengunjung bisa berenang, sehingga tak ada yang perlu dikawatirkan, tidaklah tepat, karena sebagian besar pengunjung yang terseret ombak dan tidak kembali, bisa berenang. Nah, apalagi tidak bisa berenang, risikonya jauh lebih mengerikan. (Hudono)

Read previous post:
ilustrasi
Polisi Grebek Pengoplos Miras di Malam Tahun Baru

BANTUL (MERAPI)- Petugas Polsek Kasihan, Bantul menggerebek rumah Es (39) warga Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, Selasa (31/12) malam. Rumah tersebut ditengarai

Close