Pencurian Saat Ibadah


ilustrasi
ilustrasi

PENCURI akan memanfaatkan segala cara untuk mendapatkan barang dari korbannya. Ada yang spesialis mengincar korban di kampus yang pengamanannya longgar, terutama pada saat-saat tertentu, misalnya saat menjalankan ibadah salat Jumat. Peluang seperti inilah yang dimanfaatkan AY (60), warga Solo yang sering melakukan pencurian spesialis laptop.

Padahal, ia sudah punya profesi sebagai pedagang kopi dan roti. Tapi, seperti pengakuannya, penghasilan dari berjualan kopi dan roti tidak bisa menutup kebutuhan sehari-hari. Akhirnya ia memilih jalan pintas dengan mencuri laptop di kampus UGM. Hal yang menarik, penjual kopi ini menyamar sebagai dosen sehingga tidak dicurigai keamanan kampus. Ia masuk ruangan belajar dan ngembat laptop yang ditinggal mahasiswa untuk salat Jumat.

Namun, aksi AY terbongkar setelah si mahasiswa lapor polisi. Setelah diselidiki, akhirnya polisi berhasil membekuk AY di tempat perbelanjaan, atas dasar ciri-ciri yang terekam CCTV. Mungkin orang awam sulit membedakan antara pedagang kopi dengan dosen. Apalagi, AY berpakaian rapi layaknya dosen sehingga berhasil mengelabui petugas.

Aksi AY tergolong berani karena memasuki dunia kampus yang relatif dosennya sudah banyak dikenal. Tapi entahlah, lantaran kenekatannya itu, ia akhirnya berhasil dibekuk dan harus mendekam lagi di penjara. Sebelumnya ia pernah dipenjara karena kasus yang sama. Lagi-lagi, penjara tidak selalu membuat narapidana insyaf dan kembali ke jalan yang benar.

Kasus di atas tentu harus menjadi pelajaran bagi masyarakat kampus, khususnya mahasiswa dan dosen untuk tidak meninggalkan barang berharga, meski hanya sebentara, untuk salat misalnya. Sebab, penjahat sudah hapal kebiasaan calon korbannya. Pelaku akan selalu mencari kelengahan korbannya agar aksinya berjalan mulus.

Sementara petugas keamanan mungkin juga tak bisa mengenali dosen satu persatu lantaran jumlahnya sangat banyak, sehingga ia tidak bisa menolak ketika ada orang yang berpenampilan seperti dosen masuk kampus. Peristiwa di atas sekaligus membuktikan bahwa penampilan bisa mengecoh pandangan mata. Orang umumnya melihat penampilan terlebih dulu, baru kemudian perilakunya.

Saat beribadah sekalipun, orang tetap harus menjaga keamanan diri. Sebab, ada pencuri yang spesialis mengincar orang-orang yang sedang menjalankan ibadah. Asumsinya, orang yang sedang beribadah, tidak akan memikirkan barang-barang yang bersifat keduniawian lantaran lebih memfokuskan menyembah Tuhan. Padahal, yang benar, amankan dulu barangnya, baru setelah itu beribadah dengan tenang. (Hudono)

Read previous post:
YIA Beroperasi Penuh Sebelum Lebaran 2020

WATES (HARIAN MERAPI) - Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi memastikan Bandara Internasional Yogyakarta di Kabupaten Kulonprogo akan beroperasi

Close