Modus Penipuan Ojol


ilustrasi
ilustrasi

PELUANG kerja yang makin terbatas, menuntut orang atau pencari kerja kreatif dan tidak pilih-pilih pekerjaan. Pekerjaan apapun dilakukan demi dapur tetap ngebul, asal dilakukan secara benar dan halal. Di bidang transportasi, bisnis telah berkembang modern antara lain dengan munculkan ojek online atau ojol. Pekerjaan di bidang ini sangat menjanjikan, karena selain praktis juga mampu mendatangkan keuntungan yang memadai.

Yang terjadi kemudian, orang beramai-ramai memasuki bisnis ojol dengan mendaftar sebagai driver. Agaknya, peluang inilah yang dimanfaatkan tiga penjahat dari Jakarta, T (40) dan MA (35) serta A (22), warga Imogiri Bantul. Mereka mengaku mampu memberikan akun ojek online dengan biaya Rp 1,8 juta yang disebutnya sebagai jalur cepat. Tawaran driver ojol ini disebarkan lewat media sosial dan ternyata cukup banyak peminatnya. Tak kurang 38 orang berhasil dikibuli pelaku, mereka telah mentrasfer masing-masing Rp 1,8 juta ke rekening pelaku. Ternyata akun yang dijanjikan hanyalah abal-abal, karena tak bisa digunakan untuk order penumpang.

Setelah dicek di provider resmi ojol, ternyata tidak ada pendaftaran driver ojol. Menyadari telah menjadi korban penipuan, para korban melapor ke polisi. Setelah dilacak, polisi berhasil membekuk ketiga tersangka di tempat berbeda. Harus diakui, polisi hebat mampu mengendus keberadaan pelaku dan sekaligus membongkar penipuan berkedok pendaftaran driver ojek online.

Untuk ke sekian kalinya, medsos, baik itu facebook, instagram atau lainnya, cukup efektif sebagai media bisnis. Sayangnya, ada saja orang yang memanfaatkannya untuk kejahatan, seperti dilakukan ketiga orang tersebut. UU tentang Informasi dan Transaksi Elektronik telah mengancam pidana berat hingga lima tahun penjara dan denda hingga Rp 1 miliar bagi siapapun yang melakukan penipuan melalui online atau transaksi elektronik.

Hukuman ini lebih berat ketimbang penipuan biasa mengingat penipuan lewat online dampaknya jauh lebih besar ketimbang secara konvensional. Sejauh ini memang belum ada upaya untuk mencegah agar akun-akun liar yang digunakan untuk menipu diberantas atau dihilangkan. Pasalnya, tidak mudah untuk mengidentifikasi apakah ini akun palsu atau bukan, terlebih penampilannya sangat meyakinkan.(Hudono)

Read previous post:
RAPERDA BANTUAN HUKUM MASYARAKAT MISKIN- Dipastikan Jadi Raperda Inisiatif Dewan

YOGYA (MERAPI) - Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DPRD DIY, Yuni Satia Rahayu memastikan Raperda Bantuan Hukum Masyarakat Miskin

Close