Klitih Cari Klitih


ilustrasi
ilustrasi

JUDUL di atas mungkin menimbulkan multitafsir, namun yang dimaksud adalah bocah klitih yang mencari sasaran cah klitih untuk balas dendam. Tapi lantaran yang dicari tidak ketemu, cah klitih tersebut bikin onar hingga ditangkap warga.

Fenomena itulah yang terekam dalam peristiwa cah klitih yang menyeret pedang di jalanan untuk menakut-nakuti warga, Selasa malam sekitar pukul 22.30 pekan lalu. NH (24) warga Sardonoharjo Ngaglik Sleman dan RF (21), warga Wedomartani Ngemplak Sleman akhirnya harus berurusan dengan polisi karena bikin keributan di jalan, tepatnya di Dusun Lojajar Ngaglik Sleman. Mereka awalnya mengejar pengendara motor yang kebetulan lewat di tempat itu yang dikiranya cah klitih. Namun korban yang dikejar NH dan RF berteriak ‘begal-begal’ hingga mengundang perhatian warga.

Lantaran panik, pelaku pun tancap gas hendak kabur, tapi apes mereka terjatuh dan lari meninggalkan motor. Sudah begitu, NH masih berani menantang warga dengan mengayun-ayunkan pedangnya. Warga yang jumlahnya cukup banyak pun tak gentar dan melawan hingga NH babak belur. RF yang bertindak sebagai joki pun akhirnya menyerah setelah bersembunyi di tengah sawah.

Kasus ini sekali lagi membuktikan bahwa masyarakat kalau bersatu pasti akan menang melawan cah klitih, meski yang bersangkutan membawa senjata tajam. Walaupun senjata tersebut belum digunakan untuk membacok, NH tetap dijerat UU Darurat No 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun. Sedangkan temannya, RF tidak ditahan dan sebatas sebagai saksi.

Sebenarnya, RF juga dapat dimintai pertanggungjawaban hukum karena telah membantu NH melakukan kejahatan. Bukankah NH tak bisa mengancam dan mengejar calon korbannya tanpa bantuan RF. Karenanya, meski RF tidak ditahan, yang bersangkutan tetap harus dimintai keterangan karena diduga telah membantu atau ikut serta dalam aksi yang dilakukan NH.

Polisi juga menemukan pil koplo di rumah pelaku. Diduga keduanya dalam kondisi mabuk ketika ngisruh di jalan. Kepemilikan pil koplo adalah kejahatan tersendiri, sehingga proses hukumnya akan dipisah. (Hudono)

Read previous post:
SIDAK BBPOM DIY DI PASAR WONOSARI- Masih Ditemukan Makanan Berformalin

WONOSARI (MERAPI)–Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Provinsi DIY melakukan pengecekan dan pemeriksaan makanan yang beredar dan dijual di

Close