Wanita Penggendam


ilustrasi
ilustrasi

KEJAHATAN pencurian tak selalu disertai kekerasan. Ada cara lain pelaku kejahatan untuk menggasak harta korban, antara lain dengan tipu muslihat atau ilmu gendam. Seperti yang terjadi di Wonosari baru-baru ini, dua wanita berhasil mengelabui karyawan toko emas, Any Safitri (20). Ia mengira dua wanita itu adalah pembeli sehingga dilayani dengan baik segala pertanyaan yang mereka ajukan.

Entah bagaimana asal muasalnya, tiba-tiba Any linglung sehingga tak menyadari bila kedua wanita itu menggasak emas dan uang puluhan juta rupiah. Setelah itu mereka pun kabur. Setelah tersadar, barulah peristiwa tersebut dilaporkan ke polisi.

Orang sering menyebut peristiwa tersebut sebagai gendam. Biasanya, pelaku mencablek korbannya hingga kemudian linglung dan tak terasa bila hartanya dikuras. Dalam ilmu psikologi mungkin lain lagi. Kalau dirunut dari peristiwanya, pelaku dari awal sengaja mempengaruhi calon korbannya agar kehilangan konsentrasi untuk menjaga barangnya.

Mungkin ini termasuk gejala psikologi, yakni ilmu mempengaruhi orang lain agar orang tersebut menuruti kemauan pelaku. Kalau sudah terpengaruh, maka pelaku bisa melakukan apa saja, termasuk menggasak uang atau perhiasan. Terlepas ilmu gendam ada kaitan dengan hal-hal gaib atau tidak, yang jelas, bila korabannya punya konsentrasi tinggi, ia tak akan terpengaruh.

Sekadar menyebut trik menghadapi gendam, ketika pelaku mencablek, maka korban harus membalas mencablek. Dalam kondisi seperti itu, pelaku akan terus nerocos bicara untuk mempengaruhi korbannya. Korban harus tetap konsentrasi dengan pekerjaannya, yakni melayani pembeli namun tetap menjaga barang-barang yang memang harus dijaganya.

Agar korban tetap fokus, bila ia seorang muslim, maka dianjurkan membaca doa-doa sambil memohon kepada Tuhan agar diselamatkan dari segala gangguan, baik jin maupun manusia. Dalam hukum pidana, aksi gendam dan sejenisnya, tetap masuk kategori pencurian, bukan penipuan. Karena tujuan utamanya adalah mengambil barang milik orang lain untuk dihaki.

Kepolisian akan memproses kasus gendam seperti kasus pencurian pada umumnya. Artinya, penegak hukum akan mengabaikan hal-hal yang bersifat gaib dan tidak rasional. Meski begitu, masyarakat tetap diimbau tetap hati-hati terhadap aksi gendam. Apalagi kejahatan tersebut bukan monopoli laki-laki, tapi perempuan juga bisa melakukan hal sama seperti kasus yang terjadi di Wonosari baru-baru ini. (Hudono)

Read previous post:
KASUS RATUSAN BURUH KERACUNAN-Polisi Periksa 3 Pangusaha Katering

NGAGLIK(MERAPI)- Polisi masih melakukan penyelidikan terkait keracunan massal ratusan karyawan pabrik garmen di Ngaglik, Sleman yang terjadi Kamis (5/12). Tiga

Close