Sopir Ugal-ugalan


ilustrasi
ilustrasi

KASUS sopir Trans Jogya yang ugal-ugalan menabrak pengendara motor hingga tewas sempat viral di medsos. Pihak kepolisian dan PT AMI selaku pengelola Trans Jogja pun bertindak tegas. Sopir Trans Jogja Arif Himawan Suryadi (32), setelah ditetapkan sebagai tersangka langsung ditahan. Tak hanya itu, PT AMI juga memecat yang bersangkutan.

Aksi ugal-ugalan Arif Himawan yang menerobos lampu merah di Persimpangan Empat UPN dan menabrak pengendara motor Aji Pradana (19), warga Baciro Yogya, hingga tewas, tentu membuat masyarakat geram. Sudah melanggar traffick light, masih menabrak orang hingga tewas. Nekatnya lagi, sudah tahu menabrak, Arif Himawan tak langsung menghentikan laju bus, melainkan terus bergerak dan baru berhenti setelah sampai di depan Mapolsek Depok Timur.

Arif sengaja mengemudikan bus dengan cara yang membahayakan nyawa orang lain, sehingga ia bakal dijerat Pasal 311 ayat (5) UU No 22 Tahun 2009 dengan ancaman pidana 12 tahun penjara. Kita berharap kasus ini yang terakhir. Karenanya, dengan hukuman yang berat, diharapkan mampu memberi efek jera.

Benar pernyataan Sri Sultan HB X bahwa harus ada evaluasi terhadap pengelolaan bus Trans Jogja agar peristiwa serupa tidak terulang. Pun harus diselidiki mengapa sopir bus melanggar lampu merah. Padahal tidak ada persaingan dengan angkutan lain. Bahkan, sopir tidak harus mengejar setoran seperti kebanyakan sopir angkot dulu.

Kiranya harus ada evaluasi menyeluruh terhadap Trans Jogja, terutama menyangkut kapasitas atau kualitas sopir. Seharusnya ada pembinaan terhadap mereka. Hal itu sebenarnya bisa dimulai dari sistem perekrutan sopir. Bukan hanya menyangkut keterampilan mengemudi saja, tapi juga terkait dengan kepatuhan terhadap rambu-rambu lalu lintas.

Ulah sopir Arif Himawan yang ugal-ugalan memang patut mendapat ganjaran setimpal karena telah menghilangkan nyawa orang lain. Pengelola bus Trans Jogja juga harus tegas memberi sanksi bagi para sopir yang sering melanggar rambu lalu lintas dan berlaku ugal-ugalan. T(Hudono)

Read previous post:
TERKAIT PENGELOLAAN DANAIS- Eko Suwanto Ajak Masyarakat Awasi

YOGYA (MERAPI) - Pengalokasian Dana Keistimewaan (Danais) selama tujuh tahun ini dinilai belum sepenuhnya memenuhi tujuan pengaturan keistimewaan DIY sebagaimana

Close