Tak Perlu Panik


ilustrasi
ilustrasi

MODUS penipuan dengan mencatut nama pejabat masih saja terjadi. Padahal ini bukanlah modus baru, tapi modus lama yang terus berulang. Diduga pelaku merupakan sindikat yang terorganisir rapi. Kali ini pelaku menyasar kades-kades di Sleman, dengan mencatut nama Kapolres Sleman. Beberapa kades nyaris menjadi korban penipuan kalau tidak segera cek pihak kepolisian, khususnya Polsek setempat.

Dengan mengaku sebagai ajudan Kapolres Sleman, pelaku menelepon meminta uang kepada para kades yang sebagian berada di wilayah Moyudan. Untungnya permintaan tersebut tidak langsung dipenuhi, melainkan para kades ini melakukan klarifikasi ke Polsek setempat. Mereka pun sangat yakin bahwa orang yang mengaku sebagai ajudan Kapolres Sleman adalah penipu.

Agaknya para penipu ini tak kenal lelah, karena terus menelepon kades yang lain sampai benar-benar terkecoh. Tapi nyatanya tidak ada yang percaya dengan omongan pelaku, sehingga tak ada kades yang mentransfer uang. Sayangnya, aparat kepolisian belum berhasil membekuk para pelaku. Kapolres Sleman AKBP Rizky Ferdiansyah pun mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati bila ada orang yang mengaku pejabat meminta uang.

Biasanya modus seperti ini berhasil bila korbannya panik, sehingga tak bisa berpikir jernih. Dikiranya memang ada pejabat yang meminta uang sehingga buru-buru langsung ditransfer. Pertanyaannya, mana ada pejabat yang meminta uang kepada bawahan atau orang biasa. Bila ini terjadi, tentu layak dicurigai.

Modus sejenis sering kali berhasil, misalnya pelaku mengaku sebagai polisi kemudian mengabarkan kepada calon korban bahwa anggota keluarganya mengalami kecelakaan dan butuh biaya operasi segera. Karena panik dan mengira kabar tersebut benar, korban tanpa pikir panjang langsung mentransfer uang ke orang tersebut. Ia baru tersadar setelah anggota keluarga yang dikabarkan mengalami kecelakaan ini tiba-tiba muncul dalam keadaan segar bugar.

Itulah kelihaian pelaku yang mencoba membuat calon korbannya panik. Padahal, kalau saat itu korban tidak panik, sebenarnya bisa langsung mengecek ke anggota keluarganya yang dikabarkan mengalami kecelakaan. Jadi, menghadapi modus penipuan seperti ini, kita tak boleh panik. (Hudono)

Read previous post:
Kurir Rokok Daun Narkotika Diadili

BANTUL (MERAPI) - Seorang kurir rokok daun yang mengandung narkotika, ARW (19) warga Jetis Bantul mulai diajukan ke sidang di

Close