Antara Mencuri dan Pinjam


ilustrasi
ilustrasi

PENCURI selalu banyak akal. Ketika ketangkap, ia pun pandai berkelit. Itu pula yang dilakukan BP (23), pemuda pengangguran warga Tegalrejo Yogya yang bersama temannya menggasak laptop dan HP saudaranya, Priga Maghda Alfarezi (27), pengusaha pisang keju di Dusun Krodan, Maguwoharjo Depok Sleman beberapa hari lalu.

Dasar pencuri, ketika ditangkap ia mengaku hanya meminjam barang-barang milik saudaranya berupa laptop dan HP. Sudah begitu, barang-barang yang diakuinya sebagai pinjaman itu malah dijual. Makin kelihatan kalau BP berbohong. Apalagi, sang pemilik ‘opyak’ dan lapor polisi, sehingga dengan mudah pelaku berhasil diringkus.

Mencuri dengan meminjam tentu sangat berbeda. Mencuri adalah mengambil barang yang sebagian atau seluruhnya milik orang lain secara melawan hukum dengan maksud untuk dimiliki. Sedangkan meminjam, mengambil barang milik orang lain dengan izin si mpunya barang. Dalam peminjaman sama sekali tidak ada maksud untuk memiliki barang.

Bagaimana bila setelah meminjam kemudian ada niat untuk memiliki ? Inilah yang dinamakan penggelapan, karena barang sudah berada dalam kekuasaannya. Jadi, kejahatan bisa timbul karena kesempatan. Ketika seseorang meminjam barang, maka ia punya kesempatan untuk memilikinya dengan cara melawan hukum, yakni tanpa izin pemilik.

Bagaimana dengan BP yang mengaku meminjam laptop dan HP saudaranya ? Jelas ini hanyalah akal-akalan pelaku untuk terhindar dari jerat hukum. Mungkin karena masih ada hubungan saudara, dikiranya tidak dihukum ketika mengambil barang tanpa izin. Karena terjadi di lingkup keluarga, kasus ini sebenarnya bisa saja diselesaikan secara kekeluargaan, misalnya Priga mengikhlaskan barang yang dicuri dan menganggapnya telah diberikan kepada BP.

Tapi dalam kasus di atas, rasanya tidak mungkin karena Priga melapor ke polisi dan menginginkan pelaku ditangkap. Apalagi, pelaku benar-benar mencuri, bukan meminjam karena masuk warungnya tanpa izin. Terlebih, dalam melakukan aksinya BP melibatkan orang lain. Jadi, sudah tepat bila kasus ini berlanjut dan diproses hingga ke pengadilan.

Ini tentu berbeda dengan kasus pencurian keluarga dekat dalam garis lurus, misalnya anak mencuri harta bapaknya. Ini dikenal sebagai pencurian dalam keluarga, yang penanganannya sangat khusus. Bahkan sang anak dapat terlepas dari jerat hukum karena pada dasarnya ia juga memiliki harta yang dicurinya. Bukankah anak adalah ahli waris terkuat dari orangtuanya ? (Hudono)

Read previous post:
Merkade Nasgor Squad Salurkan Air Bersih

WONOSARI (MERAPI) - Sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat, organisasi masyarakat (Ormas) Merkade Korwil Nasgor Squad sukses mengadakan bakti sosial penyaluran

Close