Kecanduan HP


ilustrasi
ilustrasi

ANAK kecanduan HP, sepertinya bukan fenomena baru. Banyak kasus anak tak bisa lepas dari HP. Namun, sejauh mana keterikatannya dengan HP, kadarnya berbeda-beda. Baru-baru ini di Semarang, 8 anak usia antara 7-15 tahun terpaksa dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Daerah Amini Gondohutomo Kota Semarang, gara-gara kencaduan HP. Nah, ini fenomena baru. Sebab, biasanya, anak yang kecanduan HP menjalani terapi di rumah atau di sekolah, bukan di RSJ.

Delapan anak yang masih duduk di kelas 4 SD dan SMP ini harus menjalani terapi khusus karena kejiwaannya terganggu. Orang awam mungkin langsung mengaitkan kasus tersebut dengan kegilaan. Padahal, tidak demikian. Tidak semua orang yang dirawat di RSJ gila. Kedelapan bocah itu kondisi ketergantungannya pada HP sudah sangat parah. Bila orangtua atau guru meminta HP-nya, mereka marah dan tidak terkendali. Singkat kata, harus ada terapi khusus untuk mengembalikan kejiwaan mereka. Untuk itulah RSJ menjadi tempat yang paling tepat.

Kecanduan HP juga berpengaruh signifikan terhadap prestasi belajar mereka serta perilaku sehari-hari. Mereka membolos sekolah hanya untuk bermain HP, terutama yang ada fasilitas game online. Sejauh ini memang belum ada korelasi antara kencanduan HP dengan tindak kriminal. Dari aspek tata tertib sekolah, siswa-siswa itu mungkin hanya dikualifikasikan sebagai anak yang tidak tertib, mbolosan dan sebagainya.

Bila mengatasi persoalan tersebut hanya menggunakan pendekatan hukuman, dipastikan tidak akan efektif. Mereka harus diajak bicara dari hati ke hati. Kalau belum parah, mungkin masih bisa ditangani pihak sekolah dengan melibatkan guru BP misalnya. Tapi kalau sudah parah, seperti dialami 8 anak di Semarang, RSJ menjadi tempat yang paling tepat.

Boleh jadi, kecanduan HP tak jauh berbeda dengan kencanduan narkoba. Bedanya, kencanduan narkoba sangat mematikan dan efeknya langsung, sementara kecanduan HP relatif lebih bisa dikendalikan. Meski begitu keduanya sama-sama bisa menghancurkan masa depan anak. (Hudono)

Read previous post:
Pencuri Jual Motor untuk Hadiah Calon Istri

BANTUL (MERAPI) - Pencuri motor, FBR (20) warga Banguntapan Bantul mengaku mencuri sepeda motor karena ingin memberikan hadiah berupa uang

Close