Kirim Pesan Mesum


ilustrasi
ilustrasi

JARIMU harimaumu. Ungkapan ini mungkin sudah sangat familiar di kalangan pengguna smartphone atau gawai. Hanya gara-gara otak-otik gambar, kata-kata maupun video yang bermuatan pornografi, bisa berurusan ke polisi.

Kali ini pelakunya justru oknum polisi di Semarang, Ipda SD yang mengirim pesan via WA berisi konten cabul yang dikirimkan kepada istri orang yang masih terhitung kerabatnya di Yogya. Lantaran tidak terima, korban mengadu ke polisi hingga prosesnya berlanjut ke pengadilan. SD pun dijerat dengan UU ITE dan UU Pornografi. Kasus ini masih diperiksa di Pengadilan Negeri Yogya.

Kita tentu tak boleh mengintervensi proses persidangan yang sedang digelar di PN Yogya. Namun, kiranya yang patut menjadi pelajaran buat semua orang, terutama yang sering menggunakan smartphone, janganlah sembarang kirim gambar maupun kata-kata yang berisi cabul maupun porno. Apalagi, pesan tersebut ditujukan kepada pribadi seseorang yang bisa membuatnya tersinggung.

Bila orang yang dikirimi gambar cabul diam saja tidak bereaksi, mungkin tak menjadi persoalan dan kasusnya akan terpendam. Sebaliknya, bila tidak terima, bahkan merasa dilecehkan, dan berlanjut lapor ke polisi, maka menjadi masalah hukum hingga kasus bergulir ke pengadilan seperti yang dilakukan SD.

UU ITE bisa menjerat semua orang, termasuk polisi. Bisa saja pelaku berdalih iseng, namun tetap berisiko ketika penerima pesan tidak terima dan melapor. Sedang terkait kasus di atas, kronologinya cukup panjang, karena SD tidak serta merta langsung mengirim konten berisi cabul, melainkan basa-basi terlebih dulu, antara lain dengan menanyakan kabar keluarga dan sebagainya. Hingga kemudian berlanjut dengan mengirimkan konten cabul hingga bermasalah hukum.

Padahal, kalau mau jujur, sangat banyak konten cabul dan mesum bertebaran di dunia maya. Menghentikan sama sekali penyebaran konten cabul tentu tidak mungkin, yang bisa dilakukan hanyalah meminimalisasi agar konten yang melanggar kesusilaan itu tidak menyebar ke mana-mana. Bahkan, dalam pergaulan antarteman, terkadang juga muncul kiriman cabul, baik berupa foto maupun video. Namun sepanjang si penerima pesan tidak mempermasalahkannya, kasusnya tidak sampai muncul ke permukaan. Apalagi, antara pengirim dan penerima ‘sama-sama tahu’. (Hudono)

Read previous post:
SEKOLAH RAWAN DIMASUKI PAHAM RADIKAL- Pelajar Ikrar Tolak Radikalisme

DEPOK (MERAPI)- Maraknya intoleransi, radikalisme, terorisme dan penyalahgunan digital menjadi ancaman. Salah satu gerbang utama yang bisa dirasuki paham-paham radikal

Close