Duel Pelajar Mabuk


ilustrasi
ilustrasi

LAGI-LAGI mabuk miras memicu terjadinya kejahatan. Dua pelajar yang positif dalam kondisi mabuk terlibat duel di Alun-alun Kidul hanya gara-gara senggolan motor. Mereka tidak hanya perang mulut, namum berlanjut adu fisik. Bahkan akibat saling kejar dengan motor, odong-odong yang melintas di kawasan tersebut pun tertabrak hingga mengalami kerusakan.

Dua pelajar itu, LN (15), warga Tamantirto Kasihan Bantul dan AN (18) warga Sedayu Bantul kemudian menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Kraton. Sedang dua temannya yang berboncengan motor dengan pelaku dikembalikan kepada orangtua.

Melihat usianya, meski sama-sama pelajar, namun ada perbedaan. LN jelas masuk kategori di bawah umur, sedang AN bila memang sudah menginjak usia 18 tahun, maka tak lagi dilindungi UU Perlindungan Anak, melainkan tetap diperiksa menggunakan aturan umum (orang dewasa). Yang jelas, keduanya sama-sama pelajar.

Sedikit banyak, kasus ini mencoreng dunia pendidikan di Yogya. Pelajar berkeliaran di jalan, mabuk dan bikin onar, tanggung jawab siapa ? Orangtua tak bisa melepaskan tanggung jawab terhadap pendidikan anak-anaknya. Bila mereka melakukan kejahatan atau tindak kriminal, tentu orangtua akan terbawa-bawa.

Seperti dilakukan LN dan AN yang mabuk di jalan, bukanlah peristiwa yang ujuk-ujuk. Bisa dipastikan, mereka sebelumnya sudah akrab dengan miras. Akankah guru dan orangtua tidak mengetahui perilaku negatif mereka ? Barulah setelah ada kejadian, nabrak dan duel dengan sesama pelajar, orangtua dan guru seakan terkejut dan heran dengan perilaku anak didiknya.

Biasanya orangtua akan mengatakan, anaknya di rumah baik-baik saja dan tidak berperilaku neko-neko. Apakah ini kelihaian anak mengelabui orangtua atau orangtua yang teledor mengawasi anaknya ? Jawabnya bisa dua-duanya. Orangtua sibuk dengan pekerjaan sampai lupa mengurusi anaknya. Celakanya, mereka merasa telah mengurusi anaknya bila telah memberinya uang. Padahal yang dibutuhkan anak bukan hanya itu, tapi juga kasih sayang dan pendidikan budi pekerti, terutama di lingkungan rumah.

Kiranya operasi Zebra, Progo dan sejenisnya perlu terus dilakukan, terutama untuk menjaring anak-anak yang berkeliaran di jalan tanpa tujuan jelas. Bahkan, tindakan mereka sudah mengganggu ketertiban umum dengan mabuk dan bikin onar di jalan. Dengan begitu razia yang digelar petugas bisa berdampak ganda, menjaring kelengkapan surat kendaraan serta merazia pelajar mabuk di jalan. (Hudono)

Read previous post:
Sutoto Hermawan (kanan) didampingi kakak kandung bersama tim penasihat hukum usai sidang putusan di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
PERBUATAN BUKAN KATEGORI PIDANA- Hakim Lepaskan Pemborong dari Tuntutan

BANTUL (MERAPI) - Terdakwa pemborong bangunan, Sutoto Hermawan (45) warga Karangasem RT Gilangharjo Pandak Bantul yang awalnya dituntut 2 tahun

Close