Memburu Bos Narkoba


ilustrasi
ilustrasi

LAGI, Yogya menjadi transit narkoba. Beberapa hari lalu, petugas keamanan Bandara Adisutjipto Yogya berhasil menggagalkan penyelundupan 5,5 kg sabu senilai kurang lebih Rp 5 miliar. Rencananya, sabu tersebut akan dikirim ke Makassar. Petugas juga mengamankan FH (26) yang mengaku hanya kurir. Ia membawa sabu tersebut dari Lampung untuk kemudian akan dikirim ke Makassar, namun terbongkar ketika transit di Yogya.

Kita tentu sangat mengapresiasi petugas bandara yang bisa mendeteksi koper bawaan FH yang mencurigakan ketika melewati ruang pemeriksaan. Setelah diinterogasi, FH mengaku terus terang membawa sabu dari Lampung. Padahal, ketika berangkat dari bandara di Lampung, barang bawaan FH sudah diperiksa namun tidak terdeteksi isi di dalam kopornya, sehingga lolos.

Ini tangkapan yang tergolong besar jajaran petugas bandara Adisutjipto, meski sebelumnya juga pernah ada yang lebih besar. Terhadap kejahatan ini, ancaman hukuman terhadap FH tidak main-main, maksimal hukuman 20 tahun penjara sebagaimana diatur UU No 35 Tahun 2009.

Pertanyaan yang selalu muncul, siapa bos FH ? Inilah yang sering jadi bahan kritikan terhadap petugas, mengapa hanya kurir yang ditangkap, bagaimana dengan bosnya ? Apakah petugas tak mampu menangkap ? Agaknya memang tidak gampang menjawab pertanyaan itu. Sebab, diyakini mereka yang terlibat narkoba merupakan jaringan yang terstruktur dan rapi. Bahkan, antaranggota sindikat tidak saling mengenal, apalagi terhadap bosnya, mungkin memang tidak mengenal sama sekali.

Justru inilah tantangan aparat penegak hukum untuk menangkap bos narkoba di manapun berada. Bisa jadi bosnya ada di luar negeri dan mengendalikan transaksi dari jarak jauh. Karena narkoba merupakan kejahatan internasional, aparat penegak hukum harus kerja sama dengan interpol untuk memburu bos narkoba.

Hampir semua negara memusuhi kejahatan narkoba, sehingga tidak ada hambatan bagi suatu negara untuk meminta bantuan negara lain guna memerangi narkoba. Sementara dalam skala nasional, sosialisasi harus terus dilakukan di semua lini kehidupan masyarakat. Sebab, kejahatan narkoba sudah merambah hampir ke semua lapisan masyarakat. (Hudono)

Read previous post:
BAKTI SOSIAL POLSEK JETIS- Sisihkan Gaji untuk Berbagi

JETIS (MERAPI)- Sebagai wujud kepedulian terhadap sesama yang kurang beruntung di lingkungan sekitar, Jajaran Polsek Jetis menggelar bakti sosial dengan

Close