Misteri Tengkorak di Playen


ilustrasi
ilustrasi

PENEMUAN tengkorak dan kerangka manusia di Resort Polisi Hutan (RPH) Kedungwanglu Hutan Jati Sawahlor Banyusoco Playen Gunungkidul beberapa hari lalu, menggegerkan masyarakat. Ada dugaan kerangka manusia yang teridentifikasi jenis kelamin perempuan tersebut merupakan korban pembunuhan setahun lalu. Namun bagaimana proses dan latar belakangnya, masih belum jelas. Bahkan, identitas korban pun belum terungkap.

Tentu temuan ini menjadi PR bagi kepolisian. Kalau sudah ada dugaan kerangka manusia itu korban pembunuhan, tentu harus ditelusuri siapa pelakunya dan dengan cara apa korban dibunuh. Sebab, bila kasus ini tidak terungkap, masyarakat makin penasaran dan menjadi tidak tenang. Kemampuan polisi mengungkap kasus ini pun diuji.

Termasuk soal kemungkinan korban dihabisi di tempat itu atau di tempat lain, kemudian dibuang di kawasan hutan tersebut, masih menjadi pertanyaan besar. Mungkin tidak gampang mengungkap misteri tulang belulang di kawasan hutan jati ini. Terlebih, peristiwanya sudah terjadi setahun lalu. Selain kerangka tubuh dan tengkorak, juga ditemukan bra dan pakaian dalam korban. Sejauh ini masih belum jelas apa dan bagaimana peristiwa itu terjadi.

Bisa dibayangkan bila ada peristiwa pembunuhan di tempat yang sepi di kawasan hutan jati, rasanya sangat sulit untuk mendapatkan saksi. Bahkan, kasus itu mungkin tak terungkap seandainya tidak ada warga yang mencangkul di kawasan tersebut. Kerangka manusia itu ditemukan karena kebetulan dua warga sekitar, Mujiyo (52) dan Dul Aziz (58) mencangkul untuk membuka lahan. Andai cangkul mereka tidak terantuk tulang korban, mungkin kasusnya tak terungkap.

Pertanyaan lainnya, bila korban adalah warga setempat, mengapa tidak ada yang ‘opyak’ ? Atau, jangan-jangan, korban bukan orang sekitar lokasi. Bisa pula, peristiwanya bukan di tempat tersebut, kemudian pelaku membawa jenazah korban di tempat itu untuk dikubur. Lagi-lagi, karena tempatnya sepi, tak ada orang yang tahu.

Penjahat biasanya melakukan aksinya di tempat yang sepi dengan tujuan agar tidak terlacak dan tidak menghilangkan jejak. Namun, serapi-rapinya penjahat beraksi, tetap ada titik kelemahan. Ada ungkapan yang sangat populer, tidak ada kejahatan yang sempurna. Ia tetap meninggalkan jejak. Agaknya, ini juga berlaku pada kasus di atas. Kita optimis, polisi pasti bisa mengungkap misteri penemuan kerangka manusia di hutan jati Playen Gunungkidul ini. (Hudono)

Read previous post:
KORBAN DIJANJIKAN DIBERI UPAH- Cabuli ABG Dituntut 7 Tahun

YOGYA (MERAPI) - Seorang buruh harian lepas, Cnd (56) warga Kotagede Yogyakarta yang didakwa mencabuli ABG sebut saja Kencur (13-nama

Close