Dampak Mahalnya Cabai


ilustrasi
ilustrasi

MAHALNYA harga cabai, meski kini mulai stabil, menimbulkan dampak beragam. Bahkan, bisa memicu tindak kriminal. Contohnya kedua pelajar ini, MZ (16), warga Magelang yang tinggal di Ngemplak dan MP (18) warga Cangkringan Sleman. Hanya karena tergiur mahalnya harga cabai, mereka mencuri cabai di kebun Tegal Balong, Bimomartani Ngemplak Sleman pekan lalu. Karena keduanya masih di bawah umur dan tidak ada laporan resmi dari korban, kasus tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

Mengapa mereka nekat mencuri ? Jawabnya tak kalah mengejutkan, kedua pelajar ini kecanduan minuman keras. Bahkan, rencananya, cabai curian itu akan dijual untuk dibelikan miras. Namun belum sampai kesampaian aksi mereka dipergoki korban. Lantaran panik, keduanya kabur meninggalkan motornya. Dari identifikasi motor pelaku inilah polisi berhasil menangkap MZ dan MP.

Lebih memprihatinkan lagi, sebelum kejadian, keduanya menenggak miras di sekitar lokasi persawahan milik korban. Karena kehabisan miras, timbullah niat untuk mencuri. Aksi kedua pelajar ini tak boleh dianggap sebagai kenakalan biasa. Mereka melakukan dua kejahatan sekaligus yang saling berkaitan, yakni menenggak miras dan mencuri. Mencuri karena dorongan miras.

Sebenarnya, polisi bisa saja memproses hukum mereka. Namun lantaran korban memaafkan dan barang yang dicuri nilai ekonomisnya relatif kecil, kasus tersebut tidak berlanjut, melainkan diselesaikan secara musyawarah dengan menandatangani surat bermeterai disaksikan orangtua kedua pelajar tersebut.

Bisa dibayangkan bagaimana perasaan orangtua MZ dan MP atas kelakuan dua pelajar itu. Seharusnya kejadian tersebut menjadi momentum bagi orangtua untuk introspeksi bahwa selama ini mereka abai terhadap pendidikan anak-anaknya. Agaknya mereka sudah cukup lama tidak memantau perkembangan anak-anaknya. Terbukti, MZ dan MP sampai kecanduan miras.

Perilaku dua pelajar tersebut memang tak bisa menggambarkan kondisi umum pelajar di Yogya, karena masih cukup banyak pelajar yang baik-baik. Meski begitu, bila kasus yang segelintir ini dibiarkan, dikhawatirkan menginspirasi pelajar lainnya untuk berbuat serupa. Diharapkan, selain orangtua lebih perhatian kepada anaknya, para guru juga harus memberi perhatian khusus terutama terhadap anak-anak yang terindikasi nakal.

Segeralah bertindak, jangan menunggu sampai anak-anak terlibat kejahatan. Masa depan anak-anak harus diselamatkan, antara lain dengan memberi perhatian penuh kepada mereka, termasuk pergaulan anak-anak di masyarakat. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Mohamad Novweni (kiri) didampingi Enrogel (2 dari kiri) bersama 3 mahasiswa Timor Leste saat memberiketerangan pers usai laporan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
DITUDUH CULIK DAN BUNUH JOAO BOSCO BAPTISTA- Tiga Mahasiswa Timor Leste Lapor Polisi

YOGYA (MERAPI) -Tiga mahasiswa asal Timor Leste yakni Isto, Osvaldo dan Nixson melaporkan kasus berita bohong (hoax) di media sosial

Close