Bukti Transfer Palsu


ilustrasi
ilustrasi

MODUS penipuan makin beragam dan canggih seiring perkembangan teknologi. Tak jarang, dalam lapangan jual beli, ada pihak yang sengaja melakukan penipuan dengan cara memalsukan bukti transfer pembayaran. Lantaran korban percaya begitu saja, tanpa mengecek rekening, pelaku langsung kabur setelah mendapatkan barang yang dipesan.

Salah satu korban tipuan modus pemalsuan bukti transfer adalah Ho Min Lok (65), warga Kasihan Bantul, pemilik toko elektronik. Ia percaya begitu saja ketika bertransaksi dengan pembeli yang ternyata komplotan penjahat, yakni BN (21) warga Bandung, ES (54) warga Bojong dan YN (60) otak pelaku penipuan. Si pembeli itu memesan 100 rol kabel dengan nilai Rp 107 juta lebih yang katanya akan digunakan untuk pembangunan proyek. Dengan menunjukkan bukti transfer Rp 107 juta, barang pun dikirim sesuai pesanan.

Ho Min Lok tak mengecek rekeningnya apakah saldo sudah bertambah atau belum, melainkan hanya percaya dengan bukti transfer yang dikirim pelaku. Ternyata, setelah dicek tak ada perubahan posisi saldo, padahal barang sudah telanjur dikirim. Barulah terungkap bukti transfer tersebut palsu. Untungnya, polisi bisa melacak keberadaan pelaku melalui email yang mereka gunakan untuk bertransaksi. Dua dari tiga pelaku pun berhasil dibekuk di daerah Jawa Barat.

Kasus yang menimpa Ho Min Lok bisa menimpa siapa saja. Umumnya, penjual tidak teliti melihat bukti transfer apakah asli atau palsu. Sebenarnya tak perlu bingung untuk mengeceknya. Begitu tidak ada kiriman uang di rekening penjual, berarti transfernya tidak beres dan transaksi bisa dibatalkan. Agaknya pelaku paham dengan karakter penjual seperti Ho Min Lok yang percaya begitu saja setelah diperlihatkan bukti transfer yang belakangan baru diketahui palsu. Mestinya Ho Min Lok langsung mengecek rekeningnya, apalagi untuk transaksi dalam jumlah besar, di atas Rp 100 juta misalnya.

Lantas apa keuntungan pelaku ? Tentu saja pelaku mendapat 100 rol kabel secara gratis dari Ho Min Lok yang kemudian dijual kembali dengan harga sangat murah. Untungnya polisi sigap dan berhasil menyita kabel yang sudah dijual maupun yang akan dijual.

Transaksi jual beli memang banyak didasarkan atas kepercayaan. Tapi kepercayaan itu juga harus didukung bukti formal yang jelas. Seperti halnya transfer, harus benar-benar diteliti apakah transfer itu benar atau palsu. Lebih meyakinkan lagi dengan mengecek rekening apakah sudah bertambah atau belum. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
HUT KE-71 POLWAN DIHADIRI PELAJAR PAPUA- Polwan Diharapkan Lebih Berkreasi

DEPOK(MERAPI)- Puncak ulang tahun polisi wanita (Polwan) ke-71 Polda DIY bertema 'Dengan Semangat Promoter Pengabdian Polwan Masyarakat, Bangsa dan Negara'

Close