Modus Pelatih Bola


ilustrasi
ilustrasi

MODUS penipuan makin bervariasi. Seiring perkembangan zaman, modus penipuan pun mengalami perkembangan yang makin canggih. Meski begitu, cara-cara konvensional masih tetap efektif bagi pelaku untuk menjerat korban.

Baru-baru ini, sejumlah siswa SMP di Bantul menjadi korban penipuan seseorang yang mengaku pelatih bola, Ra (30), warga Kutasari Baturaden Banyumas. Ia mendatangi lingkungan sekolah, khususnya tempat nongkrong siswa, untuk menawarkan latihan sepakbola profesional. Ra mengaku sebagai pencari bakat dan siap untuk menyalurkan para siswa ke jenjang profesional.

Obrolan di warung tempat siswa nongkrong ini pun berlanjut, hingga suatu saat Ra benar-benar melatih para siswa itu di Lapangan Potorono Bantul. Nah, di saat siswa berlatih bola, Ra memanfaatkan kesempatan untuk mengambil motor dan HP yang ditinggal siswa. Setelah mendapat barang jarahannya, Ra langsung kabur. Para siswa baru menyadari telah menjadi korban penipuan sehingga mereka segera lapor polisi. Butuh waktu sebulan bagi polisi untuk menangkap tersangka di tempat persembunyiannya.

Ra pun tak bisa mengelak ketika dicecar perihal tindakannya mengelabui para siswa SMP di Bantul. Pelajaran yang bisa dipetik dari kasus ini adalah para siswa maupun guru harus hati-hati ketika ada orang yang mengaku-aku sebagai pelatih bola dan pencari bibit unggul. Namanya penipu, akan selalu menawarkan janji-janji manis. Misalnya dengan mengatakan, pemain bola profesional bayarannya tinggi dan sebagainya.

Persoalannya, dia bukanlah pelatih bola, melainkan mengaku-aku sebagai pelatih. Boleh jadi pelaku bisa bermain bola ala kadarnya. Dalam peristiwa ini ia lebih mengandalkan pada keahlian memperdaya korbannya, yakni dengan berbicara seolah-olah benar bahwa dia pencari bibit unggul. Siswa akan tertarik ketika ia menjanjikan honor atau bayar yang besar.

Begitu calon korbannya mulai tertarik, jurus selanjutnya ia keluarkan, antara lain dengan mengajak mereka langsung berlatih bola. Ini terkesan sangat meyakinkan dan tak tahunya itu hanyalah trik pelaku agar korban lengah. Sayangnya, di saat seperti itu tidak ada guru yang mengawasi, sehingga siswa tidak terpantau. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Curi HP dan Motor Teman Dituntut 20 Bulan

BANTUL (MERAPI) - Pencuri motor dan HP temannya, Isw alias Kuntet (23) warga Singojayen Pakuncen Wirobrajan Kota Yogyakarta dituntut 1

Close