Sebar Video Mesum



ilustrasi
ilustrasi

DEMI mempertahankan cintanya, JA (26) mahasiswa asal Kudus, berbuat nekat hingga berdampak hukum. Lantaran hubungan dengan sang pacar, BC (22), tidak direstui orangtuanya, JA nekat menyebarkan video dan foto mesum BC dengan dirinya ke orangtua BC. Karuan keluarga BC kalang kabut karena video dan foto mesum putrinya tersebar di media sosial (medsos). Entah kepada siapa lagi JA menyebar video dan foto berkonten asusila itu.

Atas perbuatan JA, BC pun lapor ke polisi dan dalam waktu singkat pelaku berhasil diringkus. Ia pun tak bisa mengelak telah menyebarkan foto dan video mesum dirinya dan BC saat masih berpacaran. Tapi lantaran hubungan mereka tak direstui orangtua BC, keduanya pun berpisah hingga akhirnya JA nekat menyebar video dan foto mesum mereka.

Tindakan menyebarkan video maupun foto mesum adalah tindak pidana yang diancam UU ITE. Tak peduli siapa yang ada dalam adegan mesum itu, tetap saja si penyebar diancam pidana hingga lima tahun penjara dan denda maksimal Rp 1 miliar. Apakah dengan dihukumnya JA, persoalan selesai ? Secara hukum ya.

Namun, dampak dari penyebaran konten pornografi sangat luas. Jejak digital ini sulit untuk dihapus, apalagi bila ada yang mengkopinya. Seperti halnya kasus video mesum Ariel Paterpan dengan artis Luna Maya dan Cut Tari, jejak digitalnya masih bisa dilacak hingga sekarang. Padahal proses hukum terhadap kasus tersebut telah selesai. Barangkali, itulah dampak negatif media sosial.

Medsos memang bisa digunakan untuk hal-hal positif, misalnya menyebarkan informasi tentang pembangunan dan sebagainya, tapi juga bisa digunakan untuk menyebarkan hoax, berita bohong, fitnah hingga pornografi. Sudah banyak imbauan agar masyarakat bijak dalam menggunakan medsos. Saring dulu sebelum sharing atau disebar.

Bisa dibayangkan bagaimana pusingnya orangtua BC menghadapi kasus tersebut. Bagaimanapun peristiwa tersebut menimbulkan aib keluarga. Meski atas peristiwa itu BC tidak diancam pidana, lantaran tidak ikut menyebarkan video maupun foto mesum, namun ia juga ikut menanggung malu.

Jika demikian, mungkin keinginan JA untuk kembali menjalin hubungan dengan BC bisa kesampaian. Bisa saja orangtua BC malah menikahkan mereka demi mengurangi rasa malu dan menutup aib. Meski begitu, tindakan tersebut tak bisa menghapus unsur pidana yang dilakukan JA. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
SEBELUM DITETAPKAN TERSANGKA- Forpi Desak ASN Mengundurkan Diri

YOGYA (MERAPI) - Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta mengusulkan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Yogyakarta

Close