Kecanduan Judi


ilustrasi
ilustrasi

DI zaman yang serba transparan ini, masih saja ada orang ketipu modus penerimaan CPNS. Ini pula yang dialami Rt, warga Wukirsari Imogiri Bantul, yang tertarik dengan iming-iming Sa, warga Jetis Bantul yang juga PNS di RSUD Panembahan Senopati Bantul yang mengaku bisa memasukkan dirinya sebagai PNS di rumah sakit tersebut, asalkan menyerahkan sejumlah uang.

Tanpa pikir panjang, Rt menyetujui dan menyerahkan uang secara bertahap dengan total Rp 150 juta. Rt percaya janji Sa, lantaran yang besangkutan statusnya jelas sebagai PNS di RSUD Panembahan Senopati. Namun, setelah ditunggu hingga beberapa lama, SK yang dijanjikan tak juga turun, bahkan Sa sulit ditemui dan terkesan menghindar. Padahal sebelumnya dijanjikan, bila SK tak jadi turun, maka uang akan dikembalikan.

Agar lebih meyakinkan, dalam aksinya Sa juga membuat surat perjanjian dengan Rt. Sadar telah menjadi korban penipuan, Rt pun lapor polisi dan ditindaklanjuti dengan mencari yang bersangkutan. Sa berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya di Klaten. Sayangnya, saat digeledah, Sa sudah tidak memegang uang sama sekali karena habis untuk berjudi.

Aksi Sa tergolong nekat. Sepertinya ia tahu bahwa pada saatnya aksinya bakal ketahuan dan berurusan dengan penegak hukum. Pasalnya, identitas dan status Sa sudah jelas sebagai PNS, sehingga sangat mudah dilacak. Namun, karena sudah terjerat perjudian, akal sehatnya menjadi tidak bekerja dengan sempurna, sehingga hal-hal semacam itu diabaikan.

Sa sebenarnya bukan calo CPNS. Mengapa ? Karena ia tak punya akses untuk memasukkan seseorang sebagai CPNS di instansinya. Lebih tepat Sa disebut sebagai penipu dengan modus bisa memasukkan seseorang sebagai CPNS. Anehnya, masih saja ada korban percaya dengan aksi tipu-tipu seperti yang dijalankan Sa.

Akibat kejadian itu, tentu Rt sangat dirugikan karena sudah kehilangan uang dalam jumlah besar, namun tidak memperoleh apa-apa. Bahkan, tidak ada jaminan uangnya kembali, meskipun pelaku sudah ditangkap. Sudah jelas pelaku akan dihukum penjara, namun tak ada jaminan yang bersangkutan akan mengembalikan uang Rt karena sudah habis untuk berjudi.

Mengapa Sa yang sudah punya status PNS, masih melakukan perbuatan tercela (menipu) ? Tak lain karena pengaruh judi. Karena kecanduan judi, semua bisa dilakukan tanpa perhitungan. Padahal, dengan kejadian tersebut, karirnya sebagai PNS bisa terancam karena melakukan perbuatan tercela. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
21 Peserta Ikuti PKPA Peradi Wonosari

DEPOK (MERWPI) - Sebanyak 21 orang mengikuti Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) di Ruang Seminar di Universitas Proklamasi (UP) 45

Close