Tangisan Perampok


ilustrasi
ilustrasi

BARANGKALI inilah yang dinamakan air mata buaya. Seorang pelaku kejahatan menangis ketika ditangkap petugas lantaran merampas HP seorang driver ojek online. Dialah Sj (35) warga Bangunharjo Sewon Bantul yang bersama temannya, Mf (27) , merampok driver ojek online Nabil Gibran, warga Danurejan Yogya di Ringroad Selatan Wojo Bangunharjo Sewon Bantul .

Korban yang melintas sendirian di jalan sepi langsung dipepet pelaku dan diancam dengan golok, dipaksa menyerahkan HP miliknya. Semula Nabil akan melawan, namun karena ancaman senjata tajam, akhirnya menyerahkan dan melepaskan HP miliknya. Pelaku langsung kabur masuk perkampungan.

Berkat kerja keras petugas, setelah mengetahui ciri-ciri pelaku berdasar keterangan saksi, Sj dan Mf berhasil dibekuk di kediaman masing-masing. Anehnya, ketika diinterogasi petugas, Sj mewek dan mengaku kapok serta meminta maaf kepada anak-anaknya yang masih balita. Menangis karena ingat anak, bukan karena kasihan pada driver ojek yang dirampoknya. Keduanya tetap ditahan di Mapolsek Sewon.

Penyesalan selalu datang belakangan. Masih menurut pengakuannya, aksi Sj merampok bersifat spontan karena melihat kesempatan, yakni Nabil yang melaju dengan motor sendirian dan di tempat yang sepi. Kalau itu dianggap spontan, mengapa Sj mengejar korbannya ? Mengapa tidak serta merta beraksi ketika korban sedang menyalipnya ?

Bukan penjahat kalau tidak pandai berkilah ketika ketangkap. Ada seribu alasan untuk disampaikan kepada polisi ketika pelaku dibekuk, mulai dari kepepet karena tak punya uang, anak sakit, dan sebagainya. Dalih tindakannya spontan tidaklah tepat, karena ada cukup waktu bagi mereka untuk mengurungkan perbuatannya, misalnya dengan tidak mengejar korbannya.

Namun, pelaku yang satu ini, Sj agaknya memang menyesal karena teringat anak-anaknya yang masih balita. Kalau dia dipenjara, lantas siapa yang menafkahi mereka ? Mungkin hanya mengandalkan ibu mereka. Penyesalan yang disampaikan Sj memang bisa menjadi faktor yang meringankan hukuman, namun tak bisa menjadi alasan pemaaf kesalahan. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
HEMAS TERIMA KUNJUNGAN HABIB SAID- Ketua DPD RI Harus Rajin Turun ke Daerah

YOGYA (MERAPI) - Anggota DPD terpilih asal Kalimantan Tengah, Habib Said Abdurrahman Albaghaits mengatakan, selama ini kelemahan Dewan Perwakilan Daerah

Close