Membeli Tanah Fiktif


ilustrasi
ilustrasi

MASIH banyak anggota masyarakat belum mengetahui prosedur membeli tanah. Akibatnya, tak jarang terjadi penipuan. Transaksi lebih banyak didasarkan pada kepercayaan, karena sudah saling kenal, pertemanan dan sebagainya. Padahal, hal ini tidak menjamin kelancaran dalam bertransaksi, malah sebaliknya bisa menimbulkan bencana, misalnya penipuan.

Fenomena inilah yang dialami Setya Ningsih yang kehilangan uang hingga Rp 1,9 miliar karena tertipu jual beli tanah yang dilakukan temannya, Ny Dk (44) yang berstatus PNS di Jakarta Selatan. Ny Dk tidak sendirian , tapi juga melibatkan ibu mertuanya, Ny RH (71) dan anaknya GT (37), warga Sinduadi Mlati Sleman. Ironisnya, Ny RH adalah istri guru besar di univertas ternama di Yogya. Jadilah mereka sekeluarga melakukan penipuan terhadap Setya Ningsih.

Ketiganya telah resmi ditetapkan sebagai tersangka bisnis jual beli tanah fiktif. Mengapa ini bisa terjadi ? Mengapa begitu gampangnya Setya Ningsih melepas uang Rp 1,9 miliar tanpa melihat objek maupun status tanah berikut surat kelengkapannya ? Itulah masalahnya, karena transaksi yang dilakukan Setya Ningsih hanyalah didasarkan kepercayaan.

Dilihat modusnya, penipuan jual beli tanah fiktif ini sungguh kelewat berani. Sekeluarga bersekongkol menjual tanah fiktif alias objeknya tidak ada samas sekali. Celakanya, Setya Ningsih percaya begitu saja dan langsung mengangsur harga tanah seluas 3.431 meterpersedi yang mereka tetapkan hingga total mencapai Rp 1,9 miliar. Ini benar-benar gila-gilaan. Orang mengeluarkan uang sebanyak itu tanpa mendapatkan bukti apa-apa, seolah hanya menyerahkan uang begitu saja.

Padahal, jual beli tanah haruslah melalui notaris Pejabat Pembuat Akta Tanah atau PPAT. Dalam praktiknya sebelum pembelian lunas, sertifikat tanah dititipkan di notaris wialayah di mana tanah tersebut berada. Notarislah yang menguruskan semuanya, mulai dari akta perjanjian jual beli, pembayaran pajak penjual maupun pembeli hingga balik nama.

Namun prosedur ini sama sekali tidak dilakui Setya Ningsih karena ia percaya kepada DK yang notabene teman semasa kuliah dulu. Barulah setelah hendak dicek, ternyata pelaku sulit dihubungi dan tanah yang dijanjikan hanyalah fiktif alias tidak ada.

Penipuan ini dilakukan secara terang benderang, dan dipastikan ketahuan. Entahlah apa yang ada di benak pelaku, apakah mengira penipuannya tidak ketahuan ? Sangat tidak mungkin. Lebih dari itu, status pelaku juga jelas sehingga dipastikan mudah untuk menangkap mereka. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
DICEGAH SAAT HENDAK BERANGKAT KE JEPANG- Dua Peserta Magang Mengadu ke Presiden

YOGYA (MERAPI) - Dua peserta pemagangan ke Jepang, Endri Wahyu Kurniawan dan Nanang Yuni Trianto mengadu ke Presiden Joko Widodo

Close