Bisnis Miras Via Online


ilustrasi
ilustrasi

BISNIS online kian marak. Bahkan, hampir semua barang maupun jasa bisa dibisniskan melalui online. Sayangnya tidak semua bisnis yang dijalankan secara online ini halal, ada juga yang haram atau melanggar hukum. Tidak semua bisnis haram ini bisa dideteksi petugas lantaran modusnya mirip dengan bisnis yang halal.

Contohnya bisnis yang dijalankan RD (31), warga Samirono Baru Condongcatur Sleman, nyata-nyata melanggar hukum. Ia jualan minuman keras (miras) oplosan yang antara lain bahannya alkohol, kulit jeruk lemon dan gula pasir. RD pun tak menyangka bisnis miras oplosan secara online ini laku keras, sampai kewalahan. Ia menjalankan bisnisnya sendirian, sehingga keuntungannya berlipat-liput. RD menjual miras oplosan Rp 160 ribu perbotol dan setiap hari bisa menjual hingga 30 botol. Bisa dibayangkan berapa keuntungan yang didapat RD tiap hari.

Lebih mengherankan lagi, RD belajar meracik miras hanya lewat internet. Awalnya mencoba-coba, ternyata banyak yang suka sehingga ia rutin memproduksi miras oplosan dengan merek ‘Conti’. Sudah jelas usaha RD tidak berizin, begitu pula merek yang ia gunakan ilegal. Polisi yang menerima laporan warga pun menggerebek pabrik milik RD.

RD sebenarnya kreatif, sayangnya digunakan untuk hal-hal negatif. Meracik miras dengan menambah bahan tertentu untuk kemudian dijual tanpa izin, jelas pelanggaran hukum. Selain membahayakan kesehatan manusia, racikan RD juga tak bisa dipertanggungjawabkan .

RD harus menghadapi dua sangkaan sekaligus, yakni KUHP dan tentang pelanggaran UU Kesehatan dengan ancaman pidana penjara paling lama 15 tahun. Polisi harus mengembangkan kasus ini. Siapa tahu masih ada orang lain selain RD yang terlibat dalam bisnis miras oplosan ini.

Seiring makin berkembangnya teknologi informasi, makin memudahkan orang untuk berbisnis apa saja, bahkan tanpa harus bertatap muka. Sayangnya, dengan kemudahan tekonogi informasi ini, ada saja orang yang memanfaatkannya untuk berbisnis secara tak halal. Kita yakin RD bukan orang yang tidak tahu hukum, tapi dia sepertinya sengaja berspekulasi dengan menjalankan bisnis yang nyerempet bahaya. Seandainya tidak ada warga yang lapor, boleh jadi aksi RD tidak ketahuan. Dari coba-coba ngoplos miras inilah RD juga harus coba-coba masuk bui. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
NGESEKS DENGAN WANITA BERKETERBELAKANGAN MENTAL- Terdakwa Berdalih Suka Sama Suka

BANTUL (MEEAPI) - Seorang buruh harian lepas, Sug (40) warga Piyungan Bantul mengakui telah melakukan hubungan seksual dengan saksi korban

Close