Tipuan Investasi Bodong


ilustrasi
ilustrasi

SEBAGIAN masyarakat kita tertarik dengan berbagai iming-iming penghasilan besar tanpa harus susah payah bekerja. Kondisi psikologis ini agaknya dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk mengeruk untung sebanyak-banyaknya. Kalau caranya benar dan halal, tentu tak masalah, tapi kalau caranya keliru, bahkan melanggar hukum ini yang jadi masalah. Akhirnya masyarakat yang jadi korban.

Seperti dimuat koran Merapi baru-baru ini, polisi membongkar bisnis apus-apusan berkedok pabrik jamu herbal di Desa Kajen, Ceper Klaten, sedang kantor cabang di Maguwoharjo Sleman. Bisnis apus-apus dengan bendera PT Krisna Alam Sejahtera ini berhasil meraup dana Rp 8 miliar lebih dari masyarakat.

Modusnya sebenarnya sangat konvensional, yakni dengan investasi bagi hasil yang sangat menggiurkan. Misalnya, Paket A dengan investasi Rp 8 juta, nasabah mendapat bagi hasil Rp 1 juta perminggu. Sedang Paket B dengan nilai investasi Rp 16 juta, bagi hasilnya Rp 2 juta perminggu dan investasi Rp 28 juta bagi hasilnya Rp 3 juta perminggu. Menarik bukan ?

Tak ayal bila banyak warga tertarik menanamkan investasinya. Bahkan ada yang langsung menanamkan investasi hingga 12 paket. Namanya penipu, tidaklah kurang akal. Pada awal pembayaran bagi hasil, semua berjalan lancar. Para nasabah pun makin bersemangat untuk menanamkan investasi lagi dengan jumlah lebih besar. Hingga pada akhirnya ada sekitar 370 nasabah yang menanamkan investasi dengan nilai total Rp 8 miliar lebih.

Agar lebih meyakinkan, pimpinan PT Krisna Alam Sejahtera, AF, warga Klaten, mengharuskan setiap nasabah untuk mengikuti pelatihan di pabrik jamu herbal selama 3 hari. Namun, seiring perjalanan waktu dan dana telah mencapai miliaran rupiah, pada saat pemberian bagi hasil kantor tutup dan pimpinan tak bisa dihubungi. Barulah nasabah tersadar telah menjadi korban penipuan, kemudian melapor ke polisi.

Uang bagi hasil yang mereka terima jelas tidak sebanding dengan modal yang telah mereka setor. Mereka pun sulit menuntut agar uangnya kembali lantaran si pemilik kabur. Bahkan, sekalipun nanti AF berhasil ditangkap, belum tentu uang nasabah kembali bila ternyata dana yang mereka setor telah dialihkan atau dibelanjakan.

Karena itulah masyarakat harus hati-hati dengan investasi bodong seperti yang dijalankan AF. Masyarakat wajib curiga bila ada perusahaan yang berani memberi bagi hasil hingga 50 persen perbulan. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Narasumber dan peserta foto bersama usai kegiatan pelayanan hukum keliling. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
PENDIDIKAN HUKUM MASYARAKAT- Kejari Beri Pelayanan Hukum Keliling

PUNDONG (MERAPI) - Untuk memberi pendidikan hukum kepada masyarakat, Kejaksaan Negeri (Kejari) Bantul melakukan kegiatan Pelayanan Hukum Keliling Kejaksaan Negeri

Close