Anarkisme Suporter


ilustrasi
ilustrasi

MEMBAHAS suporter sepertinya tak ada habisnya. Selalu saja ada kejadian menyangkut suporter, terutama yang terkait aksi kekerasan. Seolah-olah suporter bebas berbuat apa saja lantaran jumlahnya sangat banyak. Padahal, ini bukan soal jumlah, melainkan menyangkut perbuatan. Siapapun yang berbuat anarkis bakal berhadapan dengan hukum, tak peduli berapa jumlahnya.

Beberapa hari jelang laga PSS Sleman dengan Persebaya, kepolisian mengamankan puluhan oknum bonek di Sluke Rembang karena bikin onar di rumah makan. Pasalnya, mereka tak mau membayar setelah menyantap makanan. Bahkan seorang warga dianiaya oknum bonek ini hingga babak belur. Masyarakat sekitar yang tidak terima warganya jadi korban penganiayaan awalnya mau menuntut balas, namun berhasil dicegah aparat kepolisian.

Masyarakat Yogya sepertinya juga paham soal adanya oknum bonek yang bikin keributan.Padahal, menurut Panpel pertandingan, tidak ada kuota untuk suporter Persebaya. Lantas untuk apa mereka datang ke Yogya ? Entahlah. Yang jelas, sebelum pertandingan oknum bonek ini sudah bikin kekisruhan.

Terkait laga sepakbola ini, Polda DIY sampai harus menurunkan ribuan personel untuk mengantisipasi kerusuhan. Sementara, mereka yang diamankan polisi karena bikin keributan di rumah makan Sluke Rembang umumnya masih remaja. Namun tindakan mereka tergolong nekat dan mau menang sendiri.

Sepertinya sudah menjadi pengetahuan umum, lokasi yang bakal dilewati bonek harus ekstra ketat penjagaannya. Memang aneh, sudah makan di rumah makan , maunya tidak mbayar. Tentu ini sangat merugikan pemilik warung. Sehingga, daripada rugi, pemilik warung lebih baik menutup sementara usahanya.

Bahkan, di wilayah tertentu, warga yang ‘diserbu’ ratusan oknum bonek tak bisa berbuat apa-apa. Mereka berbuat apa saja tanpa bisa dicegah lantaran jumlahnya ratusan orang. Misalnya, menguras kolam dan mengambil ikannya untuk kemudian di bakar dan dimakan di tempat itu. Sepertinya warga tidak berkutik dan hanya diam, Kondisi seperti ini tak boleh dibiarkan, aparat harus bertindak tegas. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
WARGA KARANGNONGKO DATANGI KANTOR DLH- Desak Usut Pelaku Pencemaran Sungai

BANTUL (MERAPI) - Puluhan warga Dusun Karangnongko Panggungharjo Sewon Bantul mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bantul, Senin (15/7). Kedatangannya

Close