Penjahat Malu


ilustrasi
ilustrasi

ADA beberapa tipe orang yang melakukan kejahatan. Ada yang merasa malu ketika aksinya ketahuan, ada pula yang ndableg tak peduli aksinya diketahui orang lain. Untuk tipe yang disebut terakhir ini biasanya sudah profesional atau kambuhan. Ia tak lagi malu melakukan kejahatan, bahkan tetangga sendiri pun bisa menjadi korbannya.

Seorang penghuni kos di Desa Singopuran Kecamatan Kartasura, Sukoharjo, Suparman (44), menjanjikan kepada orang lain bisa memasukkan menjadi anggota TNI asalkan menyerahkan sejumlah uang. Namun, ketika uang sudah diserahkan, janji tak juga terwujud. Wajar bila orang yang dijanjikan itu meminta kepada Suparman agar uang dikembalikan.

Setidaknya ada tiga orang yang mendatangi kos Suparman minta uang kembali. Suparman kemudian menyerahkan kartu ATM kepada mereka, tapi ternyata isinya hanya Rp 17 ribu. Lantaran malu ditagih, Suparman pun nekat mencoba bunuh diri dengan cara menusukkan pisau ke perut. Untung aksinya ketahuan warga sehingga ia ditolong dan dibawa ke rumah sakit.

Sepertinya Suparman sudah kehabisan cara bagaimana mengembalikan uang kepada orang yang dikibulinya. Sebab, ia sama sekali tak punya akses apapun untuk membantu memasukkan seseorang menjadi anggota TNI. Anehnya, masih saja ada yang percaya dengan Suparman dan menyerahkan begitu saja uang kepada yang bersangkutan.

Aksi ketiga orang yang menyerahkan uang kepada Suparman dengan harapan diterima menjadi anggota TNI, bukanlah perbuatan suap. Mengapa ? Karena orang yang menerima uang tersebut tak memiliki jabatan apapun di institusi TNI, dan tidak punya akses apapun dalam urusan pendaftaran calon anggota TNI.

Lebih tepat bila kasus tersebut dikategorikan sebagai penipuan, yakni Suparman yang mengaku-aku bisa memasukkan seseorang sebagai anggota TNI dengan syarat menyerahkan uang dalam jumlah tertentu. Dalam kenyataannya, Suparman tak bisa memasukkan seseorang menjadi anggota TNI. Masalah menjadi kian pelik karena uang sudah diserahkan, sementara janju menjadi anggota TNI tak terwujud.

Agaknya Suparman penipu amatiran, karena begitu aksinya ketahuan ia stres dan malu dan punya pikiran nekat bunuh diri. Artinya ia masih memiliki rasa malu ketika melakukan kejahatan. Kalau penjahat profesional atau kambuhan, mungkin sudah terbiasa melakukan hal seperti itu, sehingga tak merasa malu atau takut. Dengan kejadian tersebut diharapkan Suparman insyaf dan tak mengulangi perbuatannya. (Hudono)

Read previous post:
Dua Terdakwa Pengeroyok Disidang

BANTUL (MERAPI) - Dua terdakwa, ADK alias Cobe (23) dan ATY alias Aji (22) warga Sewon Bantul mulai diajukan ke

Close