Mengancam Bunuh Diri


ilustrasi
ilustrasi

BIASANYA, dalam peristwa kriminal, bentuk ancaman berupa membunuh atau menganiaya orang lain. Namun yang satu ini sungguh unik, mengancam untuk bunuh diri. Itulah yang dilakukan Ps (33) warga Gunungkidul, Jumat pekan lalu. Gara-gara diputus oleh wanita pujaan hatinya, Ps kalap dan mengancam hendak bunuh diri dengan cara naik ke jembatan layang di Lempuyangan untuk terjun. Namun aksinya berhasil digagalkan warga yang berteriak minta Ps untuk istighfar dan mengurungkan niatnya.

Aksi warga dan driver ojek online sungguh heroik karena mampu mencegah aksi nekat Ps yang sedang patah hati. Dirunut muasalnya, perempuan yang dicintai Ps ini telah bersuami sehingga yang bersangkutan khawatir bila suaminya ini mengetahui hubungan asmaranya dengan Ps. Mumpung belum terlalu jauh, perempuan ini mendatangi tempat kerja Ps di kawasan Lempuyangan dan langsung menyatakan putus. Dari situlah, aksi nekat Ps dimulai. Ia tak terima diputus cinta dan mengancam akan bunuh diri bila cintanya diputus. Ps pun sudah berkeluarga, punya anak dan istri.

Dengan kata lain, cinta mereka sesungguhnya terlarang, karena masing-masing sudah punya pasangan yang sah. Kalau hubungan mereka diteruskan, tentu akan membawa persoalan di kemudian hari, kecuali bila keduanya resmi berpisah dengan pasangan masing-masing. Namun, dalam hidup berumah tangga, tidaklah gampang untuk mengambil keputusan bercerai karena konsekuensinya akan panjang, baik menyangkut status anak hingga harta gono-gini.

Boleh disebut, aksi warga dan driver ojek online yang berhasil membujuk Ps untuk tidak bunuh diri, sangatlah heroik karena berhasil menyelamatkan nyawa manusia. Andai mereka hanya diam dan hanya sekadar melihat aksi Ps, entahlah apa yang bakal terjadi kemudian. Dalam kondisi demikian, masih saja ada warga yang sempat merekam kejadian tersebut yang kemudian viral di media sosial.

Merekam peristiwa bunuh diri dari waktu ke waktu, sebenarnya tidaklah etis. Bagi media mainstream, tindakan merekam adegan bunuh diri jelas melanggar kode etik jurnalistik. Sementara untuk medsos sangat sulit dikendalikan, sehingga gampang menyebar ke mana-mana. Untungnya bunuh diri tersebut gagal, sehingga tidak terlalu menuimbulkan kengerian . Meski begitu tayangan tersebut tetap masuk kategori tidak etis. Janganlah merekam adegan bunuh diri, tapi cegahlah agar tak terjadi bunuh diri. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Petugas Kanwil BPN DIY, BPN Bantul dan penyidik Polda saat meninjau lokasi objek sengketa. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
PROSES SERTIFIKASI CACAT HUKUM- Kanwil BPN Batalkan Sertifikat PT Kreasi

KASIHAN (MERAPI) - Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (Kanwil BPN) DIY akan membatalkan sertifikat tiga bidang tanah atas nama PT

Close