Mengecoh Pengusaha Rental


ilustrasi
ilustrasi

PENGANGGURAN, tapi banyak akal. ItulahAR (29), warga Kasihan Bantul yang kini berurusan dengan penegak hukum karena terlibat kasus penggelapan mobil. Tak tanggung-tanggung, 23 mobil berhasil ia gelapkan dari pengusaha rental. Semula,aksinya berjalan mulus, namun akhirnya ketangkap juga ketika yang bersangkutan hendak kabur di Purworejo beberapa hari lalu.

Dilihat modusnya, sangatlah sederhana, bahkan terkesan konvensional. AR merental mobil hingga beberapa hari dan membayar lunas. Berawal dari itu, pengusaha rental percaya dan tidak keberatan mobilnya dirental dalam waktunya yang relatif lama. Tak diduga, itulah trik AR untuk mengecoh calon korbannya. Mobil pun tak pernah dikembalikan dan pelaku sulit dihubungi, bahkan HP mati ketika dihubungi.

Untungnya, ada salah seorang korban yang hapal identitas korban, berikut tempat tinggalnya. Berbekal laporan itulah polisi langsung bergerak dan menemukan korban di Purworejo saat hendak melarikan diri. Korban pun tak bisa berbuat apa-apa selain mengakui perbuatannya. Ia mengaku menggadaikan mobil rental per unit Rp 25 juta kepada seseorang di Kota Yogya. Dari aksinya itu ia meraup uang hingga ratusan juta rupiah.

Pasca penangkapan AR, para korban pun mendatangi Polsek Mlati untuk mengecek mobilnya. Aksi tipu-tipu yang dilancarkan AR sebenarnya sangat mudah dilakukan penjahat manapun. Kasus ini mestinya menjadi perigatan bagi pengusaha rental untuk lebih berhati-hati ketika melepas mobilnya untuk disewa. Penelitian terhadap identitas penyewa harus benar-benar diperhatikan. Jangan sampai identitas yang diserahkan palsu.

Agaknya, identitas itulah sebagai pintu masuk untuk melacak keberadaan pelaku. Tanpa identitas yang jelas, polisi akan kesulitan melacak keberadaan AR. Sementara AR tergolong licin, mengingat ia sudah beberapa kali merental mobil dari perusahaan yang berbeda. Ternyata itu adalah trik pelaku untuk mengelabui korbannya. Dengan tertib membayar sewa, akan menumbuhkan kepercayaan calon korbannya, sehingga aksinya lebih mudah dilakukan.

Lantas bagaimana dengan orang yang menerima mobil gadai AR ? Mestinya polisi juga memprosesnya. Sebab, penerima mobil mestinya patut menduga ada yang tidak beres dengan mobil yang ia terima. Misalnya, ketika orang tersebut membayar Rp 25 juta untuk mobil Avanza, tentu ini tidak wajar. Mana ada mobil Avanza seharga Rp 25 juta ? (Hudono)

Read previous post:
TAK DILIBATKAN PEMBAGIAN WARISAN- Ibu Rumah Tangga Gugat Ipar dan Saudara

SLEMAN (MERAPI) - Seorang ibu rumah tangga (IRT), Tri Indriyati warga Wado Kedungtuban Blora Jawa Tengah mengajukan gugatan perbuatan melawan

Close