Bahaya Balon Liar


ilustrasi
ilustrasi

BALON udara memang bisa menjadi penghias langit. Tapi di balik keindahan itu, menyimpan potensi bahaya bagi penerbangan, bahkan bisa mengancam keselamatan penumpang pesawat. Karena itulah sudah seharusnya balon udara diatur secara tegas dalam peraturan perundang-undangan. Bila sudah membahayakan keselamatan penumpang pesawat, tentu harus ada tindakan tegas dari aparat penegak hukum.

Keluhan pilot soal banyaknya balon udara liar yang beterbangan di awan sudah sering kita dengar. Sayangnya, sejauh ini belum ada tindakan konkret untuk menindak pihak yang menerbangkan balon udara liar tersebut. Padahal dalam aturan penerbangan, sebagaimana tertuang dalam UU No 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, tindakan yang membahayakan penerbangan diancam pidana tiga tahun penjara.

Gangguan tersebut bisa bermacam-macam, baik berupa balon udara maupun benda lainnya yang diterbangkan dalam radius tertentu tanpa izin. Dulu, menerbangkan balon udara dianggap sebagai hal biasa, bahkan menjadi hiburan tersendiri. Seiring perkembangan zaman, balon udara makin bervariasi dan kemampuan terbangnya makin tinggi. Kondisi inilah yang bisa mengganggu dunia penerbangan.

Tak hanya membahayakan penerbangan, ada pula yang mengakibatkan rumah terbakar karena kejatuhan balon udara liar. Disebut liar karena tak punya izin menerbangkan. Kalaupun ada yang resmi, tentu sudah diatur spesifikasinya sehingga tidak membahayakan siapapun, termasuk dunia penerbangan.

Bagaimana bila yang menerbangkan balon udara liar itu lebih dari satu orang, atau korporasi misalnya. Tetap saja dapat dimintai pertanggungjawaban hukum. Karena prinsipnya, tak ada pihak manapun yang bisa terbebas dari jerat hukum ketika melakukan pelanggaran. Kalau melibatkan korporasi, maka orang yang paling bertanggung jawab adalah direktur atau direksi. Dialah yang diberi kewenangan oleh korporasi untuk membela hak-hak korporasi, temasuk melakukan tindakan hukum, baik di pengadilan maupun luar pengadilan.

Sementara, terhadap warga yang sering menerbangkan balon udara, namun dalam kapasitas kecil, kiranya perlu dilakukan pendekatan persuasif. Meski ketinggiannya tidak sampai wilayah penerbangan, mereka tetap diberi pengertian bahwa balon udara tetap berpotensi menimbulkan bahaya bagi masyarakat.
Bila ada warga yang mengetahui pihak yang menerbangkan balon udara liar hendaklah segera melapor ke instansi terkait, seperti Dishub maupun kepolisian. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuadi MH SIK.(MERAPI-BAMBANG PURWANTO)
EVALUASI PENGAMANAN LEBARAN- Korban Tewas Lakalantas Menurun

WONOSARI (MERAPI)–Hasil evaluasi pengamanan Lebaran di jajaran Polres Gunungkidul dalam kondisi aman dan lancar. Khusus kecelakaan lalu lintas selama Operasi

Close