Mencuri untuk Lebaran

Spread the love


ilustrasi
ilustrasi

LEBARAN sering diidentikkan dengan kegiatan ritual bertemu sanak keluarga, handai taulan dan teman-teman dalam suasana gembira. Bahkan acap ada yang merayakannya secara berlebihan, tidak mengukur kemampuan diri. Berbelanja berlebihan, membeli barang yang sebenarnya tidak terlalu penting, hanya ingin menunjukkan eksistensi diri. Akibatnya, antara penampilan dan kemampuan ekonominya tidak seimbang

Bagi sebagian orang, Lebaran juga dijadikan ajang untuk pamer, baik status sosial maupun status ekonomi. Bagi mereka yang tidak mampu secara ekonomi acap memaksakan diri tampil layaknya orang mapan. Dalam kondisi demikian, terkadang orang menempuh cara yang nekat dan tidak halal. Seperti dilakukan dua orang kakak beradik, Kus bersaudara warga Jebres Surakarta, mereka nekat mencuri demi merayakan Lebaran.

Keduanya mencuri di toko milik Sutiyaswati (59) di Jalan Kaliurang Dusun Purworejo Hargobinangun Pakem Sleman beberapa hari lalu. Keduanya berbagi tugas, yang satu mengecoh penjual dan satunya lagi ngembat dompet dan HP korban. Namun aksi mereka ketahuan warga yang langsung mengejarnya. Bahkan sempat terjadi duel antara pelaku dan warga, namun akhirnya pelaku dapat diringkus setelah motornya masuk parit.

Tak ayal dua Kus bersaudara ini menjadi bulan-bulanan massa, hingga akhirnya diserahkan ke polisi. Keduanya pun harus rela merayakan Lebaran di sel tahanan. Itulah harga yang harus mereka bayar karena telah melakukan pencurian. Akibat hukum yang mereka rasakan mungkin tidak sebanding dengan perbuatan yang mereka lakukan. Sudah tidak mendapatkan apa-apa, malah babak belur dan masih harus menjalani proses hukum.

Itulah potret kecil sebagian warga yang memaksakan diri merayakan Lebaran dengan cara yang tidak benar. Padahal, Lebaran tidaklah sama dengan bermewah-mewah atau menghambur-hamburkan harta. Lebaran dimaknai sebagai melebur dosa setelah sebulan berpuasa, yang ditunjukkan dengan saling silaturahmi dan maaf memaafkan. Jadi sebenarnya tidak ada kaitan sama sekali dengan baju baru, rumah baru dan sebagainya. Sebab, semua kembali pada hati masing-masing orang yang merayakannya.

Kedua pelaku pencurian ini tak bisa berdalih ingin merayakan Lebaran lantas terpaksa mencuri. Bagaimanapun, merayakan Lebaran atau tidak, mencuri adalah perbuatan melanggar hukum dan pelakunya diancam pidana. (Hudono)

Read previous post:
ilustrasi
JPU Siap Buktikan Dakwaan Pemilik Ganja

SLEMAN (MERAPI) - Pemilik ganja, TAW (20) warga Depok Sleman telah diajukan ke persidangan Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Terdakwa yang

Close