Menyekap Pencuri


ilustrasi
ilustrasi

MENCURI atau mengambil barang yang sebagian atau seluruhnya milik orang lain dengan maksud untuk dimilki adalah perbuatan melanggar hukum. Jika pelaku berhasil kabur, maka ia lolos dari jeratan hukum. Sebaliknya , bila tertangkap, ia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di depan hukum. Masih mendingan kalau hanya diproses hukum, ada pula yang dihakimi massa terlebih dulu sebelum akhirnya diserahkan ke polisi.

Inilah nasib SAA (18), pelajar SMA warga Banguntapan Bantul yang oleh Pengadilan Negeri Bantul divonis 14 bulan penjara karena mencuri perhiasan tetangganya. Namun sebelum diseret ke pengadilan, SAA disekap dan dalam kondisi tangan terikat, dipukuli oleh korban dan istrinya. Peristiwa tersebut terjadi pada Desember tahun lalu, dan putusannya baru diketok Senin pekan lalu.

Terdakwa dan pengacaranya pun menerima putusan tersebut, yang artinya tidak akan mengajukan banding atau upaya hukum lainnya. Namun, bagaiamana dengan tindakan korban yang menyekap dan menghajar pelaku ? Apakah dibenarkan hukum ? Jawabnya tentu tidak, karena pada dasarnya tindakan tersebut masuk kategori main hakim sendiri.

Meskipun persitiwa tersebut (main hakim sendiri) terungkap di persidangan, namun tak bisa serta merta hakim mengadilinya. Sebab, hakim hanya memeriksa perkara yang diajukan kepadanya, bukan perkara lain yang tidak diajukan. Meski ada fakta terjadi penganiayaan, kasusnya tak bisa serta merta digabungkan kemudian diputuskan oleh hakim.

Lantas bagaimana mengusutnya ? Harus dimulai dari penyelidikan dan pengusutan oleh polisi. Fakta di persidangan bisa menjadi bahan bagi kepolisian untuk mengembangkan kasus tersebut lebih lanjut. Tentu ini tidak terkait apakah SAA hendak mengajukan tuntutan atau tidak. Sebab, penyekapan maupun penganiayaan merupakan delik yang terpisah dari tindak pencurian yang putusannya sudah inkracht.

Pengusutan kasus penganiayaan ini bisa menjadi pelajaran bagi siapapun agar tidak main hakim sendiri ketika menghadapi aksi kejahatan. Mencuri adalah tindak pidana, namun tidak boleh dihakimi sendiri dengan tindakan yang melanggar hukum pula, baik dengan melakukan penyekapan maupun penganiayaan. Bahkan, bisa jadi, tindakan balasan ini (penyekapan dan penganiayaan) ancaman hukumannya lebih berat ketimbang mencuri.

Seharusnya, begitu pencuri konangan, langsung diserahkan kepada polisi untuk diproses hukum.Tapi acap masyarakat emosional dan langsung melayangkan bogem mentah ke pelaku. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Percepat Serasi, Mentan Minta Excavator Dikelola Seperti Brigade Alsintan

BATOLA (MERAPI) - Menteri Pertanian (Mentan) RI Amran Sulaiman menegaskan, bantuan excavator yang diberikan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mengoptimasi lahan

Close