Pencurian Saat Tarawih


ilustrasi
ilustrasi

PENJAHAT akan selalu mencari kesempatan dalam segala momentum. Bahkan, ketika umat Islam sedang menjalankan ibadah salat tarawih, penjahat tak berhenti beraksi. Mereka akan mengincar rumah yang ditinggal salat tarawih oleh penghuninya. Masih mendingan bila rumah dalam kondisi terkunci, atau bahkan ada yang berjaga. Bila tidak, maka bisa menjadi sasaran pencuri.

Untuk itulah beberapa hari lalu Polda DIY mengingatkan masyarakat untuk waspada terhadap aksi pencurian yang dilakukan saat umat sedang menjalankan ibadah salat tarawih. Diingatkan untuk mengunci pintu dan kalau perlu menitipkan kepada tetangga yang tidak ikut salat tarawih. Inilah pentingnya bertetangga. Sebab, bila terjadi apa-apa tetangga terdekatlah yang pertama kali memberi pertolongan.

Kejahatan memang bisa terjadi di mana saja dan kapan saja. Namun bila masyarakat melakukan antisipasi, niscaya penjahat akan berpikir ulang. Rumah yang dilengkapi CCTV misalnya, relatif lebih aman dari sasaran pencuri. Namun itu pun tidak menjadi jaminan rumah tak bisa dibobol. Sebab, ada pula pencuri yang nekat dan tak pernah menghiraukan ada tidaknya CCTV.

CCTV akan efektif untuk mengungkap peristiwa kriminal, khususnya pencurian. Dengan peralatan ini gerak-gerak penjahat akan terekam secara detail sehingga akan memudahkan polisi mengusut kasusnya, asalkan penempatannya tepat. Bila penempatannya tidak tepat, pencuri yang canggih dan telah mempelajari lokasi CCTV akan mudah mengelabuinya.

Kembali soal kejahatan saat salat tarawih, pencuri sepertinya mencari kelengahan korbannya. Ia lebih memilih membobol rumah saat penghuninya sedang tidak berada di tempat, ketimbang harus berhadap-hadapan langsung dengan korbannya.

Terkadang ada sebagian masyarakat yang keliru dalam memahami makna pasrah. Pasrah bukan berarti teledor dan tidak waspada. Baru bisa dikatakan pasrah bila semua usaha sudah dilakukan. Misalnya, ketika seorang muslim hendak meninggalkan rumah untuk salat tarawih di masjid, maka ia harus mengunci rumah, mematikan kompor biar tidak terjadi kebakaran. Barulah setelah itu ia pasrah kepada Tuhan.

Bukan sebaliknya membiarkan pintu rumah terbuka kemudian mengatakan pasrah untuk selanjutnya pergi salat tarawih di masjid. Jadi, makna pasrah harus selalu dikaitkan dengan usaha seseorang untuk bersungguh-sungguh sebelum menyerahkan semuanya kepada kehendak Tuhan. Agar ibadah lebih khusuk, kuncilah pintu rumah sebelum pergi, kalau perlu titipkan kepada tetangga terdekat. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pengedar Ganja Dituntut 5 Tahun

BANTUL (MERAPI) - Pengedar ganja asal Lampung, AP (21) yang ngontrak rumah di Karangbendo Banguntapan Bantul dituntut 5 tahun penjara

Close