Onar Jelang Sahur


ilustrasi
ilustrasi

BULAN Ramadan adalah bulan mulia. Artinya, pada bulan tersebut, segala aktivitas yang bermuatan maksiat harus hilang. Tapi kenyataannya, kejahatan atau aksi kriminal terus terjadi di masyarakat. Mereka tak lagi menghormati bulan Ramadan sebagai momentum untuk memperbaiki diri atau berbuat baik.

Bahkan, bagi sebagian remaja, bulan Ramadan hanya dipandang sebelah mata. Mereka malah menebar teror di masyarakat. Untung masyarakat sigap dan bertekad membasmi segala bentuk kejahatan, termasuk aksi klitih.

Sabtu pekan lalu, tepatnya menjelang sahur gerombolan remaja yang rata-rata berusia belasan tahun, bikin onar di kawasan Kaliurang Barat Pakem Sleman. Mereka berboncengan sepeda motor meraung-raungkan knalpot motornya. Bahkan, salah seorang pelaku, AB (18) yang diboncengkan MD (18) mengacung-acungkan clurit sambil memepet Cecep (19) warga Kaliurang Timur yang saat itu sedang berkendara. Karuan Cecep takut dan melarikan diri sambil meminta pertolongan warga.

Warga pun berhasil mengejar pelaku dan mengkapnya hingga dihajar ramai-ramai. Selanjutnya kelompok remaja ini ditangani polisi untuk diproses hukum. Karena saat itu yang kedapatan membawa senjata tajam hanya AB, maka yang bersangkutan ditahan dan dijerat UU Darurat. Sedang lainnya hanya dijadikan saksi dan sebagian lagi melarikan diri.

Walaupun senjata yang dibawa AB belum digunakan, proses hukum jalan terus. Sebab, membawa senjata tajam di jalanan jelas-jelas melanggar hukum. Dengan tindakan tegas aparat, diharapkan pelaku jera dan tidak mengulangi perbuatannya. Sementara teman AB yang hanya dijadikan saksi, juga akan berpikir ulang untuk melakukan kejahatan serupa.

Bulan Ramadan atau bukan, hukum diberlakukan secara sama. Siapapun yang berbuat kriminal harus ditangkap dan diproses hukum. Apalagi tindakannya sudah sangat merugikan masyarakat. Tokh ketika masyarakat melawan, mereka tak bisa berbuat apa-apa, bahkan menjadi bulan-bulanan massa.

Mereka nekat bikin onar di jalanan karena sebelumnya menenggak miras di kawasan Embung Tambakboyo Depok Sleman. Dengan kejadian tersebut polisi perlu melakukan patroli di kawasan tersebut. Terlebih di malam hari kawasan Embung Tambakbayan sangat sepi, sehingga rawan digunakan untuk hal-hal yang bersifat negatif.

Untuk ke sekian kalinya miras memicu kejahatan. Karena itu, sebelum mereka bikin onar, lebih baik polisi mendahulu dengan melakukan tindak pencegahan. Sebab, mencegah jauh lebih baik ketimbang berbuat setelah peristiwa kriminal terjadi. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Gugatan Direktur BPRS Margarizki Berkekuatan Hukum Tetap

BANTUL (MERAPI) -Pengadilan Negeri (PN) Bantul menyatakan gugatan wanprestasi Direktur Utama PT BPRS Margirizki Bahagia, Warjinem yang berkantor di Jalan

Close