Bius Kecubung

Spread the love


ilustrasi
ilustrasi

HANYA gara-gara ingin merampas HP, pelaku kejahatan HC (32), warga Gunungkidul yang tinggal di wilayah Ngaglik Sleman, nekat menyekap Salafudin (20) warga Kaliangkrik Magelang hingga 4 hari. Berawal dari transaksi jual beli HP via online, Salafudin janjian ketemu dengan pembeli, HC di rumah kontrakannya Ngaglik Sleman. Di tempat itu, Salafudin dibius dengan diminumi kecubung hingga tak sadarkan diri. Setelah itu kaki dan tangan diikat dan mulut dilakban. Ketika akan siuman, korban dicekoki kecubung lagi hingga tak sadar lagi, begitu seterusnya.

Aksi HC terbilang sadis. Benarkah hanya ingin mendapatkan HP, sampai harus berbuat demikian ? Entahlah, yang jelas polisi menjeratnya dengan dua pasal sekaligus, yakni Pasal 333 tentang merampas kemerdekaan orang dan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (curas). Saat Salafudin tak sadarkan diri, pelaku langsung menjual HP korban. Sementara motor matic korban malah dibuang di suatu tempat guna menghilangkan jejak.

Kasus ini memang terasa agak aneh. Karena, antara perbuatan dengan hasil tidak sebanding. Lebih aneh lagi, kalau motifnya ekonomi, mengapa pelaku tidak menjual motor korban, tapi malah membuangnya ? Benarkah HC hanya ingin mendapatkan HP yang nilai jualnya jelas di bawah harga jual motor ?

Setidaknya itulah yang diungkap kepolisian. Namun sejauh ini polisi masih mengembangkan kasus tersebut. Dibanding kasus kriminal lainnya, kasus yang satu ini memang agak unik. HC menyekap dan membius korban dengan tujuan untuk menguasai hartanya. Namun ketika harta (motor) didapat, malah dibuang, sehingga ia ‘hanya’ mendapatkan HP korban.

Pelajaran penting bagi masyarakat yang akan bertransaksi dengan calon konsumennya, yakni harus ekstra hati-hati, jangan gampang percaya. Saat itu, korban berprasangka baik kepada calon pembelinya ketika di rumahnya disuguhi mi rebus langsung disantapnya. Tak tahunya mi tersebut telah dicampuri kecubung hingga korban tak sadarkan diri.

Untuk sebuah transaksi HP, tentu sangat berlebihan bila menjamu penjualnya dengan membikinkan mi dan sebagainya. Lantaran perlakuan seperti itulah Salafudin menjadi tidak waspada dan masuk jebakan pelaku sampai tak sadarkan diri. Mestinya, begitu mendapat perlakuan yang mencurigakan, korban menolak atau berontak sehingga pelaku tak bisa melancarkan aksi lanjutan. (Hudono)

Read previous post:
ilustrasi
RAZIA HOTEL JELANG RAMADAN- 9 Pasangan Selingkuh Dibina

WONOSARI (MERAPI)–Sehari sebelum memasuki bulan Ramadan, jajaran Polsek Purwosari, Gunungkidul kembali menggelar razia cipta kondisi di sejumlah rumah penginapan dan

Close