Awas, Cek Palsu


ilustrasi
ilustrasi

PENIPU kini makin canggih dan modusnya bervariasi. Seperti yang baru saja dibongkar Polres Bantul, komplotan penipu menyasar konter HP dan menggasak 7 HP berbagai merek hanya dengan cek palsu alias tidak bisa diuangkan. Pelaku pun berhasil meraup uang hingga belasan juta rupiah. Untung polisi jeli dan berhasil menggulung anggota komplotan penipu, yakni GT (56) warga Tegalsari Surabaya dan TY (58) warga Sukolilo Surabaya.

Mengapa mereka bisa membobol konter HP ? Tak lain karena modusnya yang canggih, yakni dengan mengaku-aku kenal dengan pemilik konter serta mengaku dari perusahaan BUMN ternama. Mendengar nama majikannya disebut, secara psikologis si penjaga konter menjadi down. Di saat seperti itulah pelaku melancarkan aksi lanjutan berlagak membeli HP dengan cek.

Si penjaga konter pun menjadi lengah dan tidak meneliti apakah cek tersebut asli atau palsu, ada dananya atau tidak. Penjaga baru tersadar setelah pelaku kabur dengan membawa HP. Setelah dicek ke bosnya, ternyata si bos tidak kenal dengan pelaku.

Itulah modus yang diterapkan pelaku sehingga korban percaya begitu saja. Mereka tidak perlu melakukan kekerasan, melainkan cukup dengan berlagak kenal dengan pemilik konter. Aksi seperti ini akan gagal bila pemilik konter ada di tempat. Untuk itu, pelaku pasti sudah berhitung sebelum beraksi. Boleh jadi, mereka melakukan survei kecil-kecilan sebelum beraksi. Tak heran bila pelaku sampai harus menginap di hotel sebelum melakukan aksinya.

Dengan kejadian tersebut, masyarakat tentu harus lebih berhati-hati agar tidak menjadi korban penipuan. Dalam transaksi jual beli, pembayaran melalui cek memang dibolehkan. Namun dibolehkan pula bagi penjual untuk menolak pembayaran dengan cek. Biasanya penjual akan memasang pengumuman di tokonya, misalnya dengan tulisan hanya melayani pembayaran tunai. Artinya, pembayaran dengan cek tidak dilayani.

Meski demikian ada pula yang melayani pembayaran nontunai atau dengan cek. Jika demikian, pemilik toko pasti sudah mengantisipasi segala kemungkinan, termasuk meneliti keabsahan cek yang digunakan pembeli. Selain kejahatan cek palsu, ada pula cek kosong, yaitu cek yang tidak ada dananya. Cek yang disebut terakhir ini sebenarnya asli, namun dananya telah habis. Dalam hal ini penjual harus jeli dan mengecek secara teliti. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
OBJEK SENGKETA BELUM JELAS KEPEMILIKANNYA- Penetapan Tersangka Caleg Dinilai Prematur

YOGYA (MERAPI) - Kuasa hukum HM Bimas Ariyanto SE SH CN menilai penetapan H SW SE, anggota DPRD DIY yang

Close