Menipu Demi Selingkuhan


ilustrasi
ilustrasi

HADIRNYA orang ketiga dalam rumah tangga, atau sering kita kenal dengan istilah wanita idaman lain (WIL) atau pria idaman lain (PIL) acap menimbulkan masalah atau petaka. Bila tidak segera dihentikan, keluarga bakal berantakan dan berakhir perceraian. Akibatnya, anak-anak pun menjadi telantar, baik kehidupan ekonominya maupun pendidikannya.

Ed (45), warga Trimulyo Sleman agaknya tak paham dengan konsekuensi itu. Bahkan, ia terus menjalin hubungan asmara dengan selingkuhannya, sehingga anak dan istri telantar di rumah. Hingga pada saatnya, langkah Ed terhenti lantaran terlibat kasus penipuan dan penggelapan dengan korban teman barunya, Bintoro, warga Tempel Sleman. Ya, ia menipu dan hasilnya untuk membiayai selingkuhannya.

Entahlah, mengapa Bintoro sangat gampang percaya pada Ed yang belum lama dikenalnya itu. Ia minta tolong Ed untuk menjualkan motor Honda Vario dan barang langsung diserahkan beserta kuncinya. Sementara Ed meninggalkan motor Honda Star sebagai jaminan. Setelah itu, pelaku sudah tak bisa dihubungi. Bintoro pun lapor polisi dan ternyata motor sudah digadaikan pelaku. Beberapa hari setelah dilacak, barulah polisi menemukan keberadaan Ed dan langsung ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Yang mengagetkan, Ed mengaku terus terang uang hasil gadai motor itu digunakan untuk membiayai selingkuhannya. Bahkan anak dan istrinya pun tak diperhatikan. Dengan peristiwa tersebut terungkap bahwa Ed bersedia melakukan apa saja demi selingkuhannya. Padahal, istri dan anaknya di rumah menunggu nafkah dari Ed yang tak pernah kunjung datang.

Itulah dampak buruk laki-laki yang punya WIL. Lantas, bagaimana kasus ini disorot dari aspek hukum ? Secara hukum tidaklah penting, uang hasil kejahatan Ed akan digunakan untuk apa, entah itu untuk selingkuhan atau yang lain. Sebab, yang penting bagi hukum adalah ia telah melakukan kejahatan penggelapan dan penipuan sebagaimana diatur Pasal 372 dan 378 KUHP.

Sedang soal ia punya WIL, tergantung sikap istri Ed. Bila istri Ed membiarkan dan tidak mengadukan perselingkuhan suaminya ke polisi, maka kasusnya tak dapat diproses hukum karena masuk kategori delik aduan. Sebaliknya, bila istri Ed mengadu, tentu disertai dengan bukti, polisi akan memprosesnya sampai yang bersangkutan diadili. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
WORKSHOP KY DAN FH UAJY- Masyarakat Berhak Awasi Perilaku Hakim

DEPOK (MERAPI) - Anggota Komisi Yudisial (KY) RI, Dr Farid Wajdi SH MHum menilai masyarakat memiliki peran untuk menciptakan peradilan

Close