Patah Hati, Hilang Nyawa


ilustrasi
ilustrasi

SEPERTINYA sudah bukan zamannya lagi, hanya gara-gara patah hati, pemuda atau pemudi bunuh diri. Ya, itu dulu. Sering muncul kasus pemuda ditinggal pacar, lantas patah hati dan berakhir bunuh diri. Seperti lirik lagu jaman dulu alias jadul. Padahal, harapan belum pupus karena masih banyak wanita lain. Dalam peribahasa: dunia tak sesempit daun kelor.

Ternyata, bagi sebagian orang peribahasa itu tidak berlaku. Kasus bunuh diri berlatar belakang asmara pun masih terjadi, bahkan menimpa seorang mahasiswa yang notabene punya pemahaman luas tentang arti hidup. Rabu pekan lalu, masyarakat di sekitar Dusun Meguo, Meguwoharjo Depok Sleman geger menyusul ditemukannya jenazah RS (18), mahasiswa kampus di Yogya, dalam kondisi sudah meninggal di kosnya.

Diduga kuat RS meninggal karena bunuh diri dengan cara menenggak racun. Menurut keterangan saksi, sebelumnya korban sempat ngobrol dengan penghuni kos lain dan terungkap ada masalah asmara pada diri korban. Diduga korban patah hati dengan gadis pujaan hatinya, hingga kemudian punya pikiran nekat bunuh diri.

Penghuni kos lain atau teman korban tentu tak menyangka bila RS akan berbuat senekat itu. Apalagi, bagi seorang mahasiswa, putus nyambung dalam hal asmara adalah biasa. Lain lagi bagi RS yang boleh jadi sangat sensitif ketika hubungan asmaranya harus putus di tengah jalan. Ia tak kuat menahan sakit hati hingga timbul niat nekat mengakhiri hidup.

Namun semua itu masih sebatas dugaan. Terlebih, korban tidak meninggalkan wasiat atau catatan apapun sebelum meninggal. Tak ada pihak yang bisa disalahkan dalam kasus tersebut. Tak ada pihak yang membujuk atau memberi sarana kepada RS untuk bunuh diri. Sebab, bila itu dilakukan, maka orang tersebut bakal menghadapi tuntutan hukum sebagaimana diatur KUHP.

Sayangnya semua sudah terlambat. Teman kos tentu tak mengira RS bakal bunuh diri. Andai sudah ada rencana bunuh diri, misalnya, sebagai teman mestinya harus memberi masukan dan saran agar perbuatan dosa itu tidak dilakukan. Itulah fungsinya teman, kalau ada teman yang dirundung kesedihan, maka dibantu agar bangkit dan tidak berlarut-larut dalam kesedihan. Sayangnya, budaya sudah berubah. Pengaruh faham induvidualisme sangat kuat sehingga terkadang orang abai terhadap orang lain. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
GELAR AKSI DAMAI- KPI DIY Ajak Masyarakat Tak Golput

YOGYA (MERAPI) - Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Wilayah DIY melakukan aksi damai dari Taman Parkir Abu Bakar Ali menuju Titik

Close