Pencurian di Siang Bolong


ilustrasi
ilustrasi

PENJAHAT beraksi tidak pandang waktu dan korbannya. Begitu ada kesempatan, penjahat langsung beraksi. Peluangnya hanya dua, yakni berhasil atau gagal. Agaknya, penjahat yang satu ini tergolong berhasil, karena mampu mengecoh nasabah bank, Kusman (43), warga Pengasih Kulonprogo yang berprofesi sebagai pebisnis kroto. Dalam waktu singkat uang senilai Rp 500 juta lebih ablas digondol pencuri.

Ironisnya, peristiwa itu terjadi di siang hari bolong, Rabu pekan lalu. Usai mengambil uang dari bank, belum terlalu jauh dari lokasi, ada pengendara motor yang mengingatkan Kusman bahwa bannya kempes. Kusman pun menepi, tepatnya di depan warung seputar palang pintu perlintasan kereta api Driyan Wates.

Kusman langsung fokus memeriksa bannya yang kempes di bagian belakang sebelah kiri dan hendak menggantinya. Saat bersamaan, menurut pemilik warung, melintas seorang laki-laki dan langsung mengambil tas yang diletakkan di jok depan. Setelah itu laki-laki itu pergi diboncengkan motor temannya. Ternyata mereka adalah penjahat yang diduga telah membuntuti korban sejak dari bank. Diduga merekalah yang menggembesi ban korban untuk memudahkan aksinya.

Modus perampokan atau pencurian dengan pecah ban sebenarnya bukan hal baru. Meski sudah berulang kali terjadi, nyatanya modus tersebut masih efektif dan terbukti menimpa Kusman. Kusman tentu tak mengira bahwa ada pencuri di siang bolong yan sudah mengincar tasnya yang berisi uang Rp 500 juta lebih.

Terlebih, karena konsentrasi korban tertuju pada ban yang bocor, yang bersangkutan lupa tidak mengunci pintu mobil bagian depan, sehingga memudahkan pencuri mengambil tasnya yang diletakkan di jok. Lantas bagaimana pula dengan penjual warung ? Si penjual warung mungkin juga tidak mengira bahwa orang yang mengambil tas adalah penjahat. Baru setelah mereka kabur, si penjual warung memberitahu kepada Kusman.

Andai saat itu penjual warung cepat-cepat memberi tahu kepada Kusman perihal ada orang yang mengambil tasnya, mungkin ceritanya akan lain. Dari peristiwa di atas,masyarakat, terutama nasabah bank harus hati-hati ketika mengambil uang. Sebab, boleh jadi penjahat sudah mengincarnya. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan penjahat ikut antre di bank layaknya nasabah lain. Bila mengambil uang dalam jumlah besar sebaiknya masyarakat meminta bantuan polisi untuk mengawalnya. (Hudono)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MELALUI VOTING DALAM MUSDA DPD KAI DIY- Sudjadi Wisnumurti Pimpin KAI DIY

YOGYA (MERAPI) - Setelah melalui voting akhirnya R Sudjadi Wisnumurti SH MH CIL terpilih sebagai Ketua DPD Kongres Advokat Indonesia

Close